Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat melaporkan jika terjadi kebocoran pipa air bersih supaya langsung dilakukan perbaikan dan tidak mengganggu penyaluran air ke rumah warga.
     
Direktur PDAM Tirta Handayani Gunung Kidul Isnawan Fibrianto di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan letak geografis Gunung Kidul yang tidak rata, menyebabkan sering ditemukan kebocoran pipa air bersih milik PDAM.
     
"Kami berharap peran aktif masyarakat, bila menemukan kebocoran pipa PDAM segera melapor dengan cara menghubungi kontak PDAM,” harap Isnawan.
     
Berdasarkan laporan dari masyarakat, petugas akan mendatangi lokasi kebocoran untuk melakukan pengecekan dan perbaikan untuk memperbaiki kebocoran pipa memang tidak bisa dilakukan dengan cepat.
     
PDAM harus memperhitungkan efek yang akan ditimbulkan. Kalau kebocoran dinilai ringan, maka bisa segera diperbaiki, namun jika tergolong besar konsekuensinya harus mematikan saluran air untuk sementara waktu.
     
"Kadang pelanggan tidak mau tahu soal itu. Akibatnya, tahunya masyarakat kita lamban menindaklanjuti kebocoran,” katanya.
     
Isnawan menjelaskan salah satu penyebab kebocoran pipa PDAM yaitu pergeseran tanah. Hal ini membuat pipa yang tertanam ikut bergeser dan berujung pada keretakan pipa.
     
"Kalau dibiarkan tentu akan menyebabkan kebocoran pada pipa,” imbuhnya.
     
Terkait hal itu, pihak PDAM akan menoleransi kerugian akibat kebocoran pipa sebesar 25 persen, lebih tinggi 5 persen dibanding standar nasional.
     
"Kami berupaya melayani air bersih secara maksimal kepada masyarakat. Tapi di sisi lain, biaya perawatan jaringan sangat tinggi, sehingga menyebabkan kerugian yang cukup banyak," katanya.
     
Salah satu pelanggan PDAM Kecamatan Palihan Marsudi mengatakan jaringan di wilayahnya beberapa kali bocor. Pemkab perlu mengganti jaringan yang lama dengan yang baru.
     
"Kami lapor kalau terjadi kebocoran, tapi tindaklanjut dari PDAM lamban," katanya.

 

Pewarta : Sutarmi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026