Nelayan tunggu realisasi program migrasi BBM
Jumat, 19 Oktober 2018 16:38 WIB
Nelayan Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen ikan tuna super. (Foto ANTARA/Mamiek)
Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menunggu realisasi dari program migrasi dari bahan bakar minyak ke epiji untuk bahan bakar kapal milik nelayan.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Sugeng Rahardjo di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan DKP sudah mensosialisasikan kepada nelayan sejak 2 tahun lalu.
"Untuk tindaklanjut program pergantian itu, sampai saat ini nelayan masih belum ada tindak lanjutnya. Pelaksanaan masih sebatas sosialisasi sedang rencana kapan akan diberikan bantuan belum ada kejelasan hingga sekarang, "kata Sugeng.
Ia mengatakan DKP sudah mendata para nelayan, yang rencananya akan diberikan bantuan. "Datanya sekitar 300-an ya, untuk kapan pastinya pemberian banyuan kami tidak tau," katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng Sarpan mengakui pernah adanya sosialisasi program konversi bahan bakar dari solar atau premium ke elpiji utuk kapal nelayan, dua tahun lalu. Namun demikian, informasi yang diterimanya akan diberikan tahun ini , tetapi hingga Oktober tidak ada kejelasan.
"Hingga saat ini, kami belum mengetahui programnya seperti apa. Bagi kami, bahan bakar mudah kami dapat dan murah," harapnya.
Dia mengatakan sebenarnya pihaknya mendukung program tersebut. Sehingga harapannya bisa lancar dan lebih murah.
"Kalau konversi BBM bisa menghemat biaya melaut, kenapa tidak didukung," katanya.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Sugeng Rahardjo di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan DKP sudah mensosialisasikan kepada nelayan sejak 2 tahun lalu.
"Untuk tindaklanjut program pergantian itu, sampai saat ini nelayan masih belum ada tindak lanjutnya. Pelaksanaan masih sebatas sosialisasi sedang rencana kapan akan diberikan bantuan belum ada kejelasan hingga sekarang, "kata Sugeng.
Ia mengatakan DKP sudah mendata para nelayan, yang rencananya akan diberikan bantuan. "Datanya sekitar 300-an ya, untuk kapan pastinya pemberian banyuan kami tidak tau," katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng Sarpan mengakui pernah adanya sosialisasi program konversi bahan bakar dari solar atau premium ke elpiji utuk kapal nelayan, dua tahun lalu. Namun demikian, informasi yang diterimanya akan diberikan tahun ini , tetapi hingga Oktober tidak ada kejelasan.
"Hingga saat ini, kami belum mengetahui programnya seperti apa. Bagi kami, bahan bakar mudah kami dapat dan murah," harapnya.
Dia mengatakan sebenarnya pihaknya mendukung program tersebut. Sehingga harapannya bisa lancar dan lebih murah.
"Kalau konversi BBM bisa menghemat biaya melaut, kenapa tidak didukung," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DKP Gunungkidul mencatat produksi perikanan tangkap sebanyak 2,6 ton
05 November 2024 20:08 WIB, 2024
Pemkab Gunungkidul perjuangkan penambahan cold storage di Pantai Sadeng
30 June 2024 21:37 WIB, 2024
Nelayan Sadeng Gunung Kidul memanfaatkan rumah pendinginan Inka Projomino
22 August 2019 18:33 WIB, 2019
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB