Nelayan Sadeng Gunung Kidul memanfaatkan rumah pendinginan Inka Projomino

id Rumah pendinginan,Nelayan Sadeng,Gunung Kidul

Nelayan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, memanfaatkan rumah pendinginan ikan untuk menjaga stabilitas harga ikan saat hasil tangkapan melimpah. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Nelayan di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memanfaatkan cold storage atau rumah pendinginan Inka Projomino yang selesai dibangun pada April 2019.

Divisi Cold Storage Inka Projomino Fakhrudin Alrosy di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan saat ini nelayan bisa memanfaatkan teknologi di cold storage atau rumah pendinginan Inka Projomino di kawasan Pelabuhan Sadeng.

"Dengan fasilitas rumah pendinginan, maka kualitas ikan dapat terjaga karena tidak harus dijual usai penangkapan sehingga anjloknya harga bisa diantisipasi. Selama ini hasil tangkapan ikan langsung dijual sehingga saat panen harga cenderung jatuh," kata kata Fakhrudin.

Ia mengatakan fasilitas pendinginan dan pembekuan mulai dioperasionalkan meski masih dalam tahap yang sederhana. Kapasitas rumah pendinginan ini dapat berproduksi hingga lima ton sehari. Namun di tahap awal pengoperasian baru mencapai 800 hingga 900 kilogram.

"Saat ini, rumah pendinginan belum beroperasi penuh karena masih melengkapi alat untuk operasional. Meski demikian, juga sudah produksi, salah satunya pembuatan pindang yang dijual di pasar tradisional,” katanya.

Fakhrudin mengatakan keberadaan rumah pendinginan dapat membantu nelayan menjaga harga jual dan kualitas ikan yang ditangkap. Selama ini, nelayan banyak menjual ikan dalam kondisi segar.

Di satu sisi, sistem penjualan ini baik karena ikan masih dalam kondisi bagus, tapi pada saat panen, nelayan tidak bisa berbuat banyak karena harga akan cenderung jatuh karena stok barang lebih banyak daripada permintaan.

"Untuk itu, adanya rumah pendinginan, nelayan sangat diuntungkan. Saat panen hasil tangkapan tidak langsung dijual dalam harta murag. Ikan hasil tangkapan bisa masuk proses pendinginan dan pembekuan, maka ikan yang ditangkap tidak harus langsung dijual. Sedang dari sisi kualitas ikan yang didapatkan juga tetap terjaga karena sudah melalui proses pembekuan," katanya.

Sementara itu, Pembina Pengespor Ikan DIY Wahyu Purwanto mengatakan keberadaan rumah pendininan atau cold storage di Sadeng sangat bermanfaat bagi nelayan. Untuk itu, ia menyempatkan diri meninjau bagaimana proses produksinya.

"Kami berharap cold storage jangan sampai mangkrak karena potensinya bagus. Salah satunya membantu nelayan meningkatkan kesejahteraan,dan mempermudah nelayan untuk mendinginkan ikan hasil tangkapan supaya harga ikan tidak anjlok,” kata Wahyu.

Ia mengatakan pihaknya siap menyediakan pasar untuk hasil produksi ikan di Sadeng, salah satunya untuk di ekspor ke Tiongkok.

"Pasar Tiongkok sangat terbuka lebar, seperti ikan layur. Potensi pasar ini bisa dimanfaatkan nelayan Sadeng karena sekarang sedang musim panen. Yang paling penting, kualitas hasil tangkapan harus dijaga salah satunya melalui rumah pendinginan,” katanya.

 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar