UII-NTUST Taiwan kerja sama program gelar ganda
Kamis, 13 Desember 2018 23:06 WIB
UII (Foto Antara)
Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan sepakat bekerja sama dalam program gelar ganda serta pertukaran mahasiswa dan staf pengajar.
"Ketentuan untuk program gelar ganda antara lain mahasiswa Program Magister atau S2 telah berhasil menyelesaikan kurikulum satu tahun pertama serta ingin memasuki program tahun terakhir dan memenuhi kriteria nonakademik lainnya," kata Dekan FTI UII Prof Hari Purnomo di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, kedua program itu akan mengakui maksimal 24 SKS atau setara dengan 24 kredit dari kedua universitas tersebut atas dasar transkrip yang disediakan tanpa kerja tambahan untuk mahasiswa.
"Program gelar ganda tahun terakhir di NTUST terdiri atas 12 kredit atau setara 12 SKS dan tesis Master setara 14 SKS. Setelah berhasil menyelesaikan studi, mahasiswa akan diberikan gelar Master of Business Administration," katanya.
Gelar Master of Business Administration itu, kata dia, sesuai dengan hukum Taiwan dan diakui secara internasional sebagai tingkat siklus pertama pendidikan tinggi.
Begitu pula UII akan mengakui 12 kredit NTUST dan tesis Master (setara 14 SKS) berdasarkan transkip kredit yang diberikan oleh NTUST dan memberikan gelar Magister Teknik tanpa pekerjaan tambahan bagi mahasiswa.
"UII dan NTUST menyetujui untuk mengevaluasi tesis dari kedua pihak," kata Guru Besar dan dosen Magister Teknik Industri FTI UII itu.
Selain itu, UII dan NTUST sepakat untuk saling membantu dalam proses memilih calon mahasiswa, proses pendaftaran, dan kegiatan admimistrasi lainnya, termasuk aplikasi visa dan fasilitas perumahan.
Menurut dia, UII dan NTUST setuju setelah berhasil menyelesaikan program studi, mahasiswa akan menerima gelar Master of Business Administration Taiwan dan Magister Teknik Indonesia.
"Kerja sama itu untuk kemajuan misi masing-masing lembaga sehubungan dengan internasionalisasi dan hubungan internasional yang saling menguntungkan," kata Hari Purnomo.
"Ketentuan untuk program gelar ganda antara lain mahasiswa Program Magister atau S2 telah berhasil menyelesaikan kurikulum satu tahun pertama serta ingin memasuki program tahun terakhir dan memenuhi kriteria nonakademik lainnya," kata Dekan FTI UII Prof Hari Purnomo di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, kedua program itu akan mengakui maksimal 24 SKS atau setara dengan 24 kredit dari kedua universitas tersebut atas dasar transkrip yang disediakan tanpa kerja tambahan untuk mahasiswa.
"Program gelar ganda tahun terakhir di NTUST terdiri atas 12 kredit atau setara 12 SKS dan tesis Master setara 14 SKS. Setelah berhasil menyelesaikan studi, mahasiswa akan diberikan gelar Master of Business Administration," katanya.
Gelar Master of Business Administration itu, kata dia, sesuai dengan hukum Taiwan dan diakui secara internasional sebagai tingkat siklus pertama pendidikan tinggi.
Begitu pula UII akan mengakui 12 kredit NTUST dan tesis Master (setara 14 SKS) berdasarkan transkip kredit yang diberikan oleh NTUST dan memberikan gelar Magister Teknik tanpa pekerjaan tambahan bagi mahasiswa.
"UII dan NTUST menyetujui untuk mengevaluasi tesis dari kedua pihak," kata Guru Besar dan dosen Magister Teknik Industri FTI UII itu.
Selain itu, UII dan NTUST sepakat untuk saling membantu dalam proses memilih calon mahasiswa, proses pendaftaran, dan kegiatan admimistrasi lainnya, termasuk aplikasi visa dan fasilitas perumahan.
Menurut dia, UII dan NTUST setuju setelah berhasil menyelesaikan program studi, mahasiswa akan menerima gelar Master of Business Administration Taiwan dan Magister Teknik Indonesia.
"Kerja sama itu untuk kemajuan misi masing-masing lembaga sehubungan dengan internasionalisasi dan hubungan internasional yang saling menguntungkan," kata Hari Purnomo.
Pewarta : Bambang Sutopo Hadi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir jadi simbol perjuangan
17 September 2025 10:40 WIB, 2025
Pelantikan DPP dan DPW Jakarta IKA UII, Alumni siap kawal Indonesia Emas 2045
28 April 2025 20:55 WIB, 2025
Dinkes Bantul lakukan penyelidikan epidemiologi dugaan keracunan menu takjil
18 March 2025 14:38 WIB, 2025
Rektor UII tegaskan bisnis pertambangan bukan wilayah perguruan tinggi
21 January 2025 23:41 WIB, 2025