Jakarta (ANTARA) - Pengambilan gambar sekuel film fiksi ilmiah "Avatar" dari sutradara James Cameron akan membawa ratusan pekerjaan dan jutaan dolar untuk Selandia Baru setelah negara itu melewati wabah virus corona, kata produser film kepada media, Senin.

Para kru film, termasuk sutradara Cameron dan produser Jon Landau, diberi izin khusus untuk terbang ke Selandia Baru dua pekan lalu, meski perbatasan ditutup untuk menekan risiko penyebaran infeksi COVID-19.

Izin khusus ini menimbulkan reaksi beragam, termasuk pemikiran bahwa ini merupakan perlakuan yang tak adil.

Namun Landau mengatakan Selandia Baru akan mendapatkan banyak dampak positif, seperti dikutip dari Reuters, Senin.

"Produksi ini saja akan mempekerjakan 400 orang Selandia Baru," kata Landau.

"Kami akan menghabiskan waktu lima bulan, lebih dari 70 juta dolar AS di sini," ujar dia.

Syuting sekuel "Avatar" ditunda pada Maret lalu, tak lama sebelum Selandia Baru menerapkan pembatasan wilayah ketat akibat pandemi.

Langkah itu berhasil meredam wabah dan pekan lalu Selandia Baru mencabut semua pembatasan, kecuali perbatasan wilayah, setelah mengumumkan mereka telah bebas dari virus, satu dari negara pertama di dunia yang mulai hidup normal seperti sebelum pandemi.

Cameron, Landau dan puluhan kru film diizinkan kembali mengerjakan sekuel "Avatar" dengan alasan ekonomi, ada yang mengkritik bahwa ini tidak adil karena orang-orang masih terpisah dari keluarganya dan bisnis masih sulit bangkit tanpa staf.

Film ini hanya satu dari sedikit produksi yang sedang berlangsung di Selandia Baru, yang diharapkan bisa menarik lebih banyak minat pembuat film setelah berhasil mengalahkan virus corona.

"Peluangnya sangat besar," ujar Landau.

Keindahan pegunungan, padang rumput, dan hutan di Selandia Baru, yang terkenal lewat trilogi "The Lord of the Rings", telah menarik beberapa produksi film besar selama beberapa tahun terakhir.
 

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024