Bosan dan sakit ringan hinggapi pengungsian Merapi di Sleman
Jumat, 11 Desember 2020 18:47 WIB
Pengungsi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Sleman (ANTARA) - Sejumlah pengungsi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dihinggapi rasa bosan dan mengalami sakit ringan setelah selama satu bulan lebih berada di barak.
"Ya memang beberapa ada yang merasa bosan. Ada juga yang mengalami sakit ringan terutama pengungsi lansia," kata Camat (Panewu) Cangkringan Suparmono di Sleman, Jumat.
Dia mengatakan beberapa sakit ringan yang dialami para pengungsi di antaranya hipertensi dan badan pegal-pegal, terutama dialami pengungsi lansia.
"Selain itu ada juga yang mengalami gangguan ISPA, flu, batuk, dan pilek," katanya.
Ia mengatakan para pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan tersebut langsung mendapat penanganan medis oleh petugas kesehatan yang setiap hari bertugas di posko kesehatan barak pengungsian.
"Namun sejauh ini secara umum para pengungsi dalam kondisi sehat karena terus dipantau oleh petugas medis," katanya.
Untuk pengungsi yang mulai merasa bosan, pihaknya bersama para relawan terus memberikan pendampingan dan hiburan untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
"Beberapa pengungsian merasa bosan, tapi kami upayakan selalu memberikan hiburan kepada mereka untuk mengilangkan rasa bosan," katanya.
Ia mengatakan keperluan perlengkapan protokol kesehatan COVID-19 di barak pengungsian Glagaharjo sampai saat ini masih mencukupi.
"Kebutuhan untuk protokol kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan, 'hand sanitizer' (penyanitasi tangan) dan lainnya masih mencukupi. Para pengungsi juga masih tetap patuhi protokol kesehatan," katanya.
Jumlah pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo saat ini berkisar 240 hingga 250 orang yang merupakan warga Dusun Kalitengah Lor, Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan.
"Beberapa hari belakangan, jumlah pengungsi di kisaran angka 240-250 orang, ini karena ada beberapa pengungsi dewasa yang kadang pulang dan kembali lagi ke barak," katanya.
"Ya memang beberapa ada yang merasa bosan. Ada juga yang mengalami sakit ringan terutama pengungsi lansia," kata Camat (Panewu) Cangkringan Suparmono di Sleman, Jumat.
Dia mengatakan beberapa sakit ringan yang dialami para pengungsi di antaranya hipertensi dan badan pegal-pegal, terutama dialami pengungsi lansia.
"Selain itu ada juga yang mengalami gangguan ISPA, flu, batuk, dan pilek," katanya.
Ia mengatakan para pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan tersebut langsung mendapat penanganan medis oleh petugas kesehatan yang setiap hari bertugas di posko kesehatan barak pengungsian.
"Namun sejauh ini secara umum para pengungsi dalam kondisi sehat karena terus dipantau oleh petugas medis," katanya.
Untuk pengungsi yang mulai merasa bosan, pihaknya bersama para relawan terus memberikan pendampingan dan hiburan untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
"Beberapa pengungsian merasa bosan, tapi kami upayakan selalu memberikan hiburan kepada mereka untuk mengilangkan rasa bosan," katanya.
Ia mengatakan keperluan perlengkapan protokol kesehatan COVID-19 di barak pengungsian Glagaharjo sampai saat ini masih mencukupi.
"Kebutuhan untuk protokol kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan, 'hand sanitizer' (penyanitasi tangan) dan lainnya masih mencukupi. Para pengungsi juga masih tetap patuhi protokol kesehatan," katanya.
Jumlah pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo saat ini berkisar 240 hingga 250 orang yang merupakan warga Dusun Kalitengah Lor, Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan.
"Beberapa hari belakangan, jumlah pengungsi di kisaran angka 240-250 orang, ini karena ada beberapa pengungsi dewasa yang kadang pulang dan kembali lagi ke barak," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Semeru mengalami erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3.500 meter
29 March 2026 11:26 WIB
Gunung Semeru lima kali erupsi disertai tiga kali luncuran awan panas guguran
13 February 2026 20:36 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak
26 December 2025 17:03 WIB
Terpopuler - Sleman
Lihat Juga
Bupati Sleman: Hubungan industrial yang harmonis tumbuhkan kepercayaan investor
01 May 2026 15:54 WIB