Gunung Kidul mendapat bantuan instalasi pengolahan air Seropan dari PUPR
Rabu, 29 Desember 2021 1:07 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan di Kabupaten Gunung Kidul, DIY, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)
Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendapat bantuan instalasi pengolahan air untuk Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2022.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Irawan Jatmiko di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan bantuan instalasi pengolahan air (IPA) diberikan pasca kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu di sela-sela liburannya di DIY.
"Saat kunjungan kerja ke Gunung Kidul pada Kamis (23/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berjanji akan memberikan bantuan IPA kepada Gunung Kidul untuk mendongkrak pemanfaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan pada 2022," kata Irawan Jatmiko.
Ia mengatakan pada saat kunjungan Menteri PUPR, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta memaparkan kendala teknis pemanfaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan, sehingga air yang disalurkan kepada masyarakat tidak bisa maksimal. Sehingga setiap tahunnya, masyarakat Gunung Kidul kekurangan air bersih.
Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan memiliki debit air mencapai 950 liter per detik, namun saat ini baru dimanfaatkan dengan kapasitas 175 liter per detik.
"Kami berharap bantuan IPA dari Kementerian PUPR bisa menaikan pemanafaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.
Irawan mengatakan pengadaan IPA oleh KemenPUPR ini sudah terkonfirmasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Berdasarkan rencana detail teknis (DED) yang disusun PDAM Tirta Handayani, nilaiI IPA ini mencapai Rp60 miliar.
"Nantinya, IPAini akan menghasilkan kapasitas air bersih 200 liter per detik. Peningkatan tersebut diharapkan akan semakin mengoptimalkan layanan dan distribusi air bersih di Gunung Kidul," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengatakan Pemkab Gunung Kidul membutuhkan IPA yang lebih mumpuni. Terutama untuk optimalisasi layanan air bersih.
"Hal ini untuk mengatasi masalah kesulitan setiap musim kemarau," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Irawan Jatmiko di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan bantuan instalasi pengolahan air (IPA) diberikan pasca kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu di sela-sela liburannya di DIY.
"Saat kunjungan kerja ke Gunung Kidul pada Kamis (23/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berjanji akan memberikan bantuan IPA kepada Gunung Kidul untuk mendongkrak pemanfaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan pada 2022," kata Irawan Jatmiko.
Ia mengatakan pada saat kunjungan Menteri PUPR, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta memaparkan kendala teknis pemanfaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan, sehingga air yang disalurkan kepada masyarakat tidak bisa maksimal. Sehingga setiap tahunnya, masyarakat Gunung Kidul kekurangan air bersih.
Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan memiliki debit air mencapai 950 liter per detik, namun saat ini baru dimanfaatkan dengan kapasitas 175 liter per detik.
"Kami berharap bantuan IPA dari Kementerian PUPR bisa menaikan pemanafaatan Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah Seropan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.
Irawan mengatakan pengadaan IPA oleh KemenPUPR ini sudah terkonfirmasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Berdasarkan rencana detail teknis (DED) yang disusun PDAM Tirta Handayani, nilaiI IPA ini mencapai Rp60 miliar.
"Nantinya, IPAini akan menghasilkan kapasitas air bersih 200 liter per detik. Peningkatan tersebut diharapkan akan semakin mengoptimalkan layanan dan distribusi air bersih di Gunung Kidul," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengatakan Pemkab Gunung Kidul membutuhkan IPA yang lebih mumpuni. Terutama untuk optimalisasi layanan air bersih.
"Hal ini untuk mengatasi masalah kesulitan setiap musim kemarau," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Semeru mengalami erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3.500 meter
29 March 2026 11:26 WIB
Wamenpar memastikan fasilitas di Bromo siap layani wisatawan saat libur Lebaran
11 March 2026 21:24 WIB
Menteri LH.sebut Bantargebang fenomena gunung es akibat gagal mengelola sampah
09 March 2026 11:24 WIB
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Diduga lakukan penyimpangan, Pemkab Gunungkidul mutasi petugas TPR Pantai Baron
10 April 2026 18:32 WIB
Pemkab Gunungkidul sebut dua skema bantuan perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026
09 March 2026 17:23 WIB