Jakarta (ANTARA) - Sutradara Monty Tiwa mengatakan dirinya merasa mendapatkan kehormatan karena memiliki kesempatan untuk membuat ulang (remake) “Gita Cinta dari SMA” dari film tahun 1979 berjudul sama.
“Dengan cukup jujur, saya bisa bilang, saya nggak bisa melihat ini sebagai tantangan. Tapi saya melihat ini sebagai kehormatan,” kata Monty saat konferensi pers di Jakarta, Jumat.
“Kalau tantangan, kita namanya kerja ya, mau bikin film apa pun pasti tantangan. Kalau itu sudah nggak usah diomongin. Tapi tidak semua tantangan dibarengi dengan kehormatan,” imbuh dia.
Monty menambahkan dirinya juga merasa mendapatkan kehormatan untuk mengalihwahanakan novel yang ditulis oleh Eddy D. Iskandar, termasuk “Gita Cinta dari SMA”. Sebelumnya, sutradara itu pernah menggarap film “Rompis” (2018) yang diadaptasi dari novel “Roman Picisan” karya penulis tersebut.
“Untuk kedua kalinya saya mendapat kehormatan untuk memfilmkan cerita dari pak Eddy, di mana cerita itu adalah salah satu bagian saat saya tumbuh kembang dari SD, SMP,” ujar dia.
“Kehormatan untuk mengulang lagi cerita yang dulu pernah ada,” imbuh Monty.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Monty Tiwa: Suatu kehormatan bisa buat ulang "Gita Cinta dari SMA"
"Gita Cinta dari SMA" didaur ulang
Sutradara Monty Tiwa (kedua dari kiri) bersama penulis novel Eddy D. Iskandar (pertama dari kiri), Yessy Gusman (kedua dari kanan), dan Prilly Latuconsina (pertama dari kanan) saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster film “Gita Cinta dari SMA”, Jakarta, Jumat (13/1/2023). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)
Sutradara Monty Tiwa (kedua dari kiri) bersama penulis novel Eddy D. Iskandar (pertama dari kiri), Yessy Gusman (kedua dari kanan), dan Prilly Latuconsina (pertama dari kanan) saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster film “Gita Cinta dari SMA”, Jakarta, Jumat (13/1/2023). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)