Jakarta (ANTARA) - Ratusan siswa MTsN 32 Jakarta, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, belajar bahasa daerah melalui permainan papan edukasi bergaya monopoli dan ludo bernama Telusur Bahasa.
"Program Telusur Bahasa ini dapat mengajak siswa lebih proaktif dalam literasi, khususnya saat belajar bahasa daerah," kata Kepala Sekolah MTsN 32 Jakarta Fahrurozi di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, permainan Telusur Bahasa ini merupakan hasil inovasi Finalis Duta Bahasa DKI Jakarta 2023.
Duta Bahasa DKI Jakarta adalah bagian dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk program revitalisasi bahasa daerah melalui permainan papan Telusur Bahasa di sekolah-sekolah Ibu Kota.
Ia juga mengatakan, inovasi itu muncul karena latar belakang penggunaan bahasa daerah dalam keseharian generasi muda saat ini makin ditinggalkan, serta ruang penggunaannya di masyarakat juga sangat terbatas.
Apalagi, tambahnya, fokus sekolah dalam pengajaran bahasa asing bagi peserta didik tentu harus diimbangi dengan pengajaran bahasa daerah dan pemakaian pada kehidupan sehari-hari.
Akhirnya, katanya, melalui permainan tersebut siswa dapat belajar lima bahasa daerah dengan cara yang menarik dan inovatif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ratusan siswa Jakarta belajar bahasa daerah melalui Telusur Bahasa
"Program Telusur Bahasa ini dapat mengajak siswa lebih proaktif dalam literasi, khususnya saat belajar bahasa daerah," kata Kepala Sekolah MTsN 32 Jakarta Fahrurozi di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, permainan Telusur Bahasa ini merupakan hasil inovasi Finalis Duta Bahasa DKI Jakarta 2023.
Duta Bahasa DKI Jakarta adalah bagian dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk program revitalisasi bahasa daerah melalui permainan papan Telusur Bahasa di sekolah-sekolah Ibu Kota.
Ia juga mengatakan, inovasi itu muncul karena latar belakang penggunaan bahasa daerah dalam keseharian generasi muda saat ini makin ditinggalkan, serta ruang penggunaannya di masyarakat juga sangat terbatas.
Apalagi, tambahnya, fokus sekolah dalam pengajaran bahasa asing bagi peserta didik tentu harus diimbangi dengan pengajaran bahasa daerah dan pemakaian pada kehidupan sehari-hari.
Akhirnya, katanya, melalui permainan tersebut siswa dapat belajar lima bahasa daerah dengan cara yang menarik dan inovatif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ratusan siswa Jakarta belajar bahasa daerah melalui Telusur Bahasa