Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo meminta setiap pengawas sekolah dapat menjaga integritas dan melahirkan inovasi-inovasi yang mampu mendukung kelancaran Kurikulum Merdeka Belajar.

"Melalui peran serta pengawas sekolah diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman," kata Kustini saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Sleman tahun 2024 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu.

Menurut dia, Rakerda APSI ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyusun langkah dan rencana serta melakukan evaluasi tentang penyelenggaraan Kurikulum Merdeka Belajar yang tengah berlangsung, serta menyusun langkah perbaikan ke depannya.

"Sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu melalui penyelenggaraan Rakerda APSI ini saya mendorong setiap pengawas sekolah bersama-sama dengan kita mengupayakan penyelenggaraan pendidikan yang optimal bagi anak-anak kita," katanya.

Kustini juga menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian APSI Kabupaten Sleman, diantaranya memahami regulasi, selalu meningkatkan ilmu, bekerja sesuai tupoksi, menyusun program kerja, serta menyusun laporan dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Ketua APSI Kabupaten Sleman Mujiyono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi kegiatan Rakerda APSI tahun 2024 ini.

Menurut dia, Rakerda APSI yang mengusung tema "Mendampingi dengan Hati dan Profesional Tinggi" ini diikuti oleh pengawas TK, SD, SMP, SMA/SMK dan Kemenag sejumlah 68 peserta.

Ia mengatakan, selain untuk menyusun program kerja organisasi, rakerda ini juga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pengawas sekolah, meningkatkan komunikasi dengan mitra pengawas, dan merefleksikan kegiatan APSI yang telah dilaksanakan.

"Sebagai kegiatan pendukung, dalam rakerda ini juga diadakan seminar pengembangan kompetensi pengawasan sekolah dengan terbitnya Perdirjen GTK Nomor: 4831/2023," katanya.