
300 tenaga pendidik Sleman ikuti Sosialisasi BTU Pendidikan Pancasila

Sleman (ANTARA) - Sebanyak 300 tenaga pendidik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Sosialisasi Penguatan Materi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila, Kamis.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman ini merupakan upaya Pemkab Sleman dalam memperkuat ideologi Pancasila untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, bersama jajaran Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, perwakilan Kemendikdasmen dan Kemendagri serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi mengatakan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan poin pertama dalam Asta Cita atau misi prioritas bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, BTU Pendidikan Pancasila yang diluncurkan sejak 2023, memadukan 30 persen aspek pengetahuan dan 70 persen aspek aktualisasi untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa diajarkan kembali secara berkelanjutan.
"BTU yang totalnya ada 24 buku, yakni 12 buku untuk siswa dan 12 buku untuk guru," katanya.
Ia mengatakan, BTU ini merupakan hasil penyusunan komprehensif para pakar dan praktisi pendidikan, waktu itu penulisnya ada 450 orang dari berbagai latar belakang yang memuat capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran hingga materi Pancasila berdasarkan sumber-sumber dokumen otentik.
Yudian menyampaikan Kabupaten Sleman dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.
Ia berharap Sleman dapat menjadi representasi percontohan praktik terbaik dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di Indonesia.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut baik dipilihnya Sleman sebagai lokasi penguatan ideologi ini.
Menurut dia di tengah dinamika zaman yang kompleks, Pancasila adalah harga mati sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri dari ribuan suku dan bahasa.
"Pancasila tidak hanya sekadar dasar negara, tapi juga sebagai ideologi bangsa, pandangan hidup, sekaligus pedoman dalam bersikap, bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," katanya.
Danang menambahkan Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki komitmen kuat dalam membumikan Pancasila.
Ia berharap penguatan ideologi Pancasila tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata di berbagai sektor kehidupan.
"Saya harap pembinaan ideologi Pancasila hari ini dapat terus kita tindak lanjuti dengan program-program pemberdayaan masyarakat, pendidikan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan di berbagai sektor kehidupan," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
