Pengembangan kebun raya daerah untuk konservasi tumbuhan, kata BRIN
Selasa, 20 Februari 2024 6:57 WIB
Ilustrasi - Petugas menjelaskan jenis tanaman mangrove kepada siswa SMP di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur. ANTARA/Rizal Hanafi
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan kebun raya daerah untuk konservasi tumbuhan sebagai upaya meningkatkan spesies terkonservasi di Indonesia.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengatakan Global Strategy for Plant Conservation (GSPC) menargetkan capaian konservasi sebesar 75 persen pada tahun 2020, namun sampai kini angkanya hanya berkisar antara 15-20 persen saja.
"Konservasi spesies masih perlu upaya yang sangat keras," ujarnya dalam kegiatan penandatanganan kolaborasi riset antara BRIN dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin.
Hendrian mengatakan pihaknya saat ini mendampingi sebanyak 48 kebun raya daerah agar pengelolaan puluhan kebun raya tersebut bisa berlangsung dengan baik.
Menurutnya, banyak kasus kebun raya hanya gunting pita saja dan menjadi prestasi bagi kepala daerah, lalu tahun kedua atau ketiga sudah tidak ada kabar lagi.
BRIN mendampingi 48 kebun raya untuk memastikan kegiatan konservasi tumbuhan bisa berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami berharap ini benar-benar menjadi satu inisiatif untuk mendorong konservasi dalam hal ini keanekaragaman tumbuhan," kata Hendrian.
"BRIN tidak bisa melakukan ini sendirian, saya kira kita harus bersama-sama bahu membahu untuk menjadikan pemanfaatan sumber daya hayati menjadi salah satu penopang pembangunan nasional ini bisa menjadi satu hal yang dapat diwujudkan," imbuhnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN dorong pengembangan kebun raya daerah untuk konservasi tumbuhan
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengatakan Global Strategy for Plant Conservation (GSPC) menargetkan capaian konservasi sebesar 75 persen pada tahun 2020, namun sampai kini angkanya hanya berkisar antara 15-20 persen saja.
"Konservasi spesies masih perlu upaya yang sangat keras," ujarnya dalam kegiatan penandatanganan kolaborasi riset antara BRIN dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI) di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin.
Hendrian mengatakan pihaknya saat ini mendampingi sebanyak 48 kebun raya daerah agar pengelolaan puluhan kebun raya tersebut bisa berlangsung dengan baik.
Menurutnya, banyak kasus kebun raya hanya gunting pita saja dan menjadi prestasi bagi kepala daerah, lalu tahun kedua atau ketiga sudah tidak ada kabar lagi.
BRIN mendampingi 48 kebun raya untuk memastikan kegiatan konservasi tumbuhan bisa berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami berharap ini benar-benar menjadi satu inisiatif untuk mendorong konservasi dalam hal ini keanekaragaman tumbuhan," kata Hendrian.
"BRIN tidak bisa melakukan ini sendirian, saya kira kita harus bersama-sama bahu membahu untuk menjadikan pemanfaatan sumber daya hayati menjadi salah satu penopang pembangunan nasional ini bisa menjadi satu hal yang dapat diwujudkan," imbuhnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN dorong pengembangan kebun raya daerah untuk konservasi tumbuhan
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian ATR/BPN komitmen bantu mekanisme legalitas tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan
09 April 2026 19:21 WIB
Jadi Kawasan Agrowisata Favorit Kota Palu, Kebun Anggur Duyubangkit bukti kerja GTRA
28 January 2026 17:58 WIB