
Semarang Zoo resmi menghentikan pertunjukan tunggang gajah

Semarang (ANTARA) - Semarang Zoo sebagai kebun binatang milik Pemerintah Kota Semarang secara resmi telah menghentikan pertunjukan tunggang gajah sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip konservasi dan kesejahteraan satwa.
Direktur Semarang Zoo Bimo Wahyu Widodo, di Semarang, Kamis, menegaskan bahwa penghentian pertunjukan tunggang gajah telah dimulai per 1 Januari 2026.
"Langkah ini menunjukkan dukungan penuh Semarang Zoo terhadap upaya pemerintah dan instansi konservasi dalam menciptakan lingkungan konservasi yang etis, bertanggung jawab, dan berfokus pada kesejahteraan satwa," katanya.
Menurut dia, telah ada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi.
Regulasi tersebut ditetapkan dan ditandatangani pada 18 Desember 2025 oleh Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan.
Ia menjelaskan bahwa SE tersebut merupakan kebijakan nasional yang mengatur penghentian segala bentuk aktivitas tunggang gajah di lingkungan lembaga konservasi satwa, baik untuk tujuan komersial maupun non-komersial.
"Kebijakan ini bertujuan memperkuat prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) dan etika pengelolaan satwa liar di fasilitas konservasi di seluruh Indonesia," katanya.
Larangan tersebut telah menjadi pedoman penting bagi semua lembaga konservasi yang mengelola gajah, khususnya dalam upaya menjunjung tinggi standar perlindungan satwa dilindungi yang kondisinya rentan dan perlu perhatian ekstra.
"Dalam rangka mendukung implementasi kebijakan tersebut, Semarang Zoo telah menerima dan mengikuti sosialisasi resmi dari otoritas berwenang," katanya.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan contoh implementasi kebijakan serupa yang dilakukan lembaga konservasi lain di Indonesia, yang telah menghentikan atraksi tunggang gajah demi prioritas kesejahteraan satwa serta pengembangan pengalaman edukatif bagi pengunjung.
Dengan tidak mengurangi pengalaman interaksi satwa dengan pengunjung, kata dia, Semarang Zoo menerapkan beberapa kegiatan nontunggang yang dinilai lebih edukatif.
Seperti feeding elephant atau memberi makan gajah, foto, animal education meliputi daily activity, daily treatment, serta animal encounter.
Sebagai lembaga konservasi yang bertanggung jawab, Semarang Zoo terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan dan peraturan dilaksanakan secara konsisten dan transparan.
"Kami juga berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan konservasi yang inovatif, ramah satwa, dan informatif bagi masyarakat luas," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
