Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan jumlah aparatur sipil negara (ASN) tenaga pendidik pada 2026 masih mencukupi kebutuhan mengajar siswa daerah ini meski pada tahun ini sebagian sumber daya manusia (SDM) guru memasuki usia pensiun.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul Triyanto di Bantul, Jumat, mengatakan, akan ada sebanyak 403 ASN di lingkungan Pemkab Bantul yang memasuki purna tugas pada 2026, diantaranya tenaga pendidik.
"Akan tetapi, kalau misalnya untuk ASN tenaga pendidik dan guru, terutama di jenjang sekolah dasar (SD) yang akan pensiun tahun 2026 ini, sisanya masih cukup untuk mengajar anak didik kita," katanya.
Dia mengatakan, terlebih pada tahun 2025, Pemkab Bantul telah mengangkat dan melantik para tenaga pendidik atau guru sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
"Jadi, insyaallah nanti aman untuk memenuhi tugas penyelenggaraan pendidikan di Bantul," katanya.
Secara rinci pihaknya belum bisa menyebutkan detail ASN di lingkungan Pemkab Bantul yang akan pensiun pada 2026, hanya saja dua orang diantaranya merupakan pejabat eselon II.
"Untuk dua jabatan eselon II itu yang satu pensiun pada bulan Januari 2026, kemudian yang satu lagi akan pensiun pada bulan April 2026," katanya.
Pejabat yang pensiun per 1 Januari 2026 adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul Stephanus Heru Wismantara, yang kemudian diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Yulius Suharta.
Menurut dia, Yulius Suharta sendiri juga masih aktif bertugas sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Pemerintah Kabupaten Bantul.