Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menghimpun sebanyak 1.100 ember sampah organik basah per hari melalui program emberisasi di seluruh wilayah kota.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Supriyanto mengatakan jumlah tersebut setara sekitar 27,5 ton sampah organik basah per hari yang disalurkan kepada peternak.

"Untuk mitra offtaker mandiri yang dilibatkan ada dua belas, meliputi peternak ayam, bebek, maggot, ikan dan babi," ujar Supriyanto di Yogyakarta, Senin.

Selain sampah organik basah, DLH Kota Yogyakarta juga melakukan penjemputan sampah organik kering, seperti daun, sapuan jalan, dan tebangan pohon.

Menurut dia, penjemputan tersebut saat ini mencapai sekitar tiga truk per hari atau setara 7,5 ton.

Supriyanto menyebutkan terdapat 45 titik penjemputan sampah organik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Seluruh wilayah kelurahan, kata dia, telah melaksanakan program emberisasi sampah organik basah.

Pemkot Yogyakarta telah membagikan ribuan ember kepada penggerobak di 45 kelurahan untuk menampung sampah organik basah.

Para penggerobak mengambil sampah organik basah dari rumah tangga atau masyarakat yang mengumpulkannya dalam galon-galon bekas.

Sementara itu, untuk sampah organik kering, masyarakat diminta mengumpulkan di masing-masing kelurahan yang selanjutnya diolah lebih lanjut oleh DLH Kota Yogyakarta.

"Jika ada masyarakat yang kesulitan membuang sampah, bisa menghubungi petugas pengawas pemilahan sampah di masing-masing kelurahan," kata Supriyanto.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan telah menyiapkan langkah bertahap untuk menurunkan volume sampah dengan mendorong pemilahan sejak dari hulu, terutama sampah organik yang mendominasi sekitar 60 persen dari total timbulan sampah.

Menurut Hasto, jika sampah organik dapat terkelola dengan baik, sisa sampah residu yang harus ditangani tinggal sekitar 40 persen dan dapat diolah melalui unit pengelolaan sampah milik Pemkot Yogyakarta.

Untuk pengelolaan sampah organik kering, menurut Hasto, Pemkot Yogyakarta melakukan penjemputan dan mengelolanya di unit pengolahan pupuk organik di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga tengah menyiapkan unit pengolahan pupuk organik di Tegalrejo dan Tegalgendu, Kota Yogyakarta.


Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Sutarmi
Copyright © ANTARA 2026