Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta menggulirkan emberisasi untuk pilah sampah organik

Rabu, 17 September 2025 23:40 WIB
Image Print
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menggulirkan program emberisasi untuk mendukung pemilahan sampah organik sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah di wilayah setempat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Balai Kota Yogyakarta, Rabu, menjelaskan dengan sarana ember, sampah dapat dipilah sejak dari warga sehingga tidak seluruhnya harus dibuang ke depo atau tempat penampungan sampah sementara.

"Emberisasi ke warga-warga ini dalam rangka warga itu diminta memilah dengan diberikan sarana ember," ujar Hasto Wardoyo.

Sebagai tahap awal, Pemkot menyiapkan 2.200 ember. Sebanyak 1.000 unit akan dibagikan ke warga melalui RW dengan alokasi dua ember per RW, sedangkan 1.200 unit lainnya diperuntukkan bagi penggerobak sampah, masing-masing dua ember per gerobak.

Distribusi ember ditargetkan selesai pekan ini. "Ini paling telat hari Jumat nanti sudah terdistribusi," kata Hasto.

Ember yang digunakan merupakan ember bekas cat berkapasitas 25 kilogram yang sudah dicuci, dibersihkan, dan diberi stiker. Karena berbahan bekas, pengadaan ember tidak dapat menggunakan anggaran APBD.

"Embernya kuat, bagus karena bekas cat, tapi nggak bisa dibeli pakai APBD," ujar Hasto.

Pemkot pun mengandalkan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat.

"Kita masih mengandalkan CSR-CSR untuk mencari ember, dan sebagian juga ada yang merelakan lah untuk beli ember secara sukarela lah," ujar dia.

Selain 2.200 ember tersebut, menurut dia, masih ada tambahan sumbangan 500 ember dari para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dengan adanya sarana ember, pemilahan sampah organik bisa dilakukan lebih mudah sejak dari rumah tangga hingga tingkat penggerobak.

"Penggerobak pun harus jalan bawa dua ember besar. Artinya kalau warga itu ada sisa makanan tidak dicampur dengan yang lain. Kan warga juga repot kalau disuruh milah, ternyata di gerobak tidak dipilah," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026