Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan Indonesia menyiapkan ekspor pupuk ke sejumlah negara termasuk Australia sebesar 250 ribu ton dan India mencapai 500 ribu ton.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, Mentan Amran mengatakan akan melaporkan kondisi sektor pangan kepada Presiden dalam Rapat Terbatas, termasuk ketersediaan stok beras sebesar 5,2 juta ton.
"Tetapi yang menarik adalah kita ekspor pupuk ke Australia, India minta juga 500 ribu ton. Dubes-nya menelepon langsung ke saya," kata Amran.
Secara rinci Amran menyebut bahwa Indonesia telah mengekspor pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton dan rencananya mengirimkan produksi pupuk dalam negeri ke India sebesar 500 ribu ton.
Dia juga menyebut terdapat juga potensi untuk melakukan ekspor pupuk ke Brasil dan Filipina.
Ketika ditanya terkait nilai ekspor pupuk ke kedua negara tersebut, Mentan Amran menyebut masih akan melakukan penghitungan nilai yang akan diterima oleh Indonesia.
"Nanti aku kalkulasi, semakin mahal semakin bagus," katanya.
Menurut dia, secara total Indonesia berkomitmen untuk melakukan ekspor pupuk urea ke luar negeri mencapai sekitar 1 juta ton.
Sebelumnya, pemerintah juga menyampaikan akan melakukan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi di dalam negeri sekaligus merespons potensi krisis pupuk global.
Mentan dalam keterangan pada Senin (4/5) menyampaikan di saat harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40 persen akibat gangguan pasokan global, Presiden Prabowo justru mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan," kata Mentan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan: Indonesia siap ekspor pupuk ke sejumlah negara