Logo Header Antaranews Jogja

Trump: Iran lebih terbuka berunding di tengah blokade Hormuz

Selasa, 5 Mei 2026 08:38 WIB
Image Print
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran baru-baru ini menunjukkan sikap lebih mudah untuk diajak bernegosiasi di tengah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Pada saat yang sama,Trump juga mengancam akan ada konsekuensi yang menghancurkan jika Teheran mencoba menyasar kapal-kapal AS di dekat selat penting tersebut.

"Persiapan Amerika sedang berlangsung, SEMUANYA SUDAH SIAP, kita bisa menggunakan semuanya!" katanya kepada Fox News, Senin.

Pada Ahad malam, Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan berupaya keluar dari kawasan konflik itu.

Sementara itu, stasiun televisi Iran IRIB melaporkan pada Senin bahwa militer Iran menggagalkan masuknya kapal-kapal AS ke Selat Hormuz dengan menembakkan dua rudal ke arah sebuah kapal perang.

Namun klaim tersebut dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM)

Operasi itu dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah.

CENTCOM pada Ahad menyatakan dukungan militer terhadap Project Freedom meliputi pengerahan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026