Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026 DPR RI Marwan Dasopang mengusulkan berupa pembangunan tenda bertingkat untuk mengatasi persoalan kepadatan jamaah haji Indonesia di Mina saat puncak ibadah haji.

Marwan di Makkah, Arab Saudi, Jumat, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, mengatakan bahwa usulan tersebut dapat dipertimbangkan apabila perluasan area Mina tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan.

“Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jamaah menjadi lebih longgar dan manusiawi,” katanya. 

Selain itu, dia juga mengusulkan penerapan skema tanazul bagi jamaah Indonesia yang hotelnya dekat dengan Mina.

Tanazul adalah skema yang memungkinkan jamaah haji tidak menginap (mabit) di tenda dan kembali ke akomodasi yang telah ditentukan.

“Dari sekitar 201 ribu jamaah Indonesia, mungkin ada sekitar 60 ribu jamaah yang dapat dipertimbangkan untuk mabit di hotel dengan pengaturan yang baik dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Marwan meyakini jika skema tersebut dapat diwujudkan, ruang di Mina akan jauh lebih longgar bagi jamaah yang tetap berada di tenda.

Ia mengatakan skema tersebut memerlukan kajian mendalam, pengorganisasian yang matang, serta persetujuan dari pemerintah Arab Saudi.

Oleh karena itu, dia berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah RI dapat memainkan peran strategis dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mencari solusi jangka panjang.

“Ini bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan koordinasi yang kuat, dukungan regulasi, serta komunikasi yang intensif dengan pemerintah Arab Saudi," katanya.

Namun, tegasnya, persoalan Mina tidak boleh dibiarkan berulang tanpa solusi sehingga harus ada keberanian untuk mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah Indonesia.

Secara keseluruhan, Marwan mengakui penyelenggaraan haji 1447 Hijriah berjalan baik.

Dia mengapresiasi kinerja seluruh pihak karena tahapan-tahapan awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai agenda.

“Namun, kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama. Kapasitas tenda dan area yang tersedia belum mampu memberikan ruang yang cukup nyaman bagi seluruh jamaah. Kepadatan masih terjadi dan dirasakan langsung oleh jamaah,” imbuhnya.

Selain persoalan ruang, Marwan, berdasarkan masukan dari jamaah, juga mencatat sejumlah fasilitas di Mina yang belum berfungsi secara maksimal, yakni mulai dari pendingin udara hingga ketersediaan air.

Untuk itu, dia menegaskan perlunya langkah-langkah baru dan terobosan kebijakan untuk mengatasi persoalan di Mina agar tidak terus berulang setiap musim haji.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Timwas Haji DPR ungkap usulan untuk solusi kepadatan di Mina