Logo Header Antaranews Jogja

Serangan Oemoem layak jadi peringatan nasional

Senin, 27 Februari 2012 13:11 WIB
Image Print
Monumen "serangan oemoem satoe maret" (istimewa)

Jogja (ANTARA Jogja) - Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret dan Yogya Kembali layak menjadi peringatan berskala nasional karena peristiwa bersejarah tersebut juga memengaruhi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

"Selama ini, rangkaian peristiwa sejarah Serangan Oemoem 1 Maret 1949 dan Yogya Kembali 29 Juni 1949 sepertinya hanya menjadi milik Kota Yogyakarta saja, padahal, peristiwa bersejarah tersebut sangat terkait dengan upaya untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia," kata Herry Zudianto yang juga Penasihat Panitia Peringatan 63 Tahun Serangan Oemoem 1 Maret dan Yogya Kembali, di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kedua peristiwa bersejarah tersebut juga sebanding dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo dan kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Herry, sudah sepantasnya jika rangkaian peristiwa bersejarah di Yogyakarta tersebut juga bisa dijadikan peringatan berskala nasional yang turut diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia, tidak hanya masyarakat Yogyakarta.

"Di Yogyakarta sendiri pun, masih ada pandangan bahwa peringatan peristiwa bersejarah tersebut hanya menjadi milik Kota Yogyakarta. Padahal, dalam kenyataannya, peristiwa itu juga melibatkan masyarakat di kabupaten lain. Tetapi, banyak pejabat dari kabupaten lain yang diundang kerap tidak datang," katanya.

Ia mengatakan, nama peristiwa Yogya Kembali kemungkinan juga memengaruhi pandangan dari masyarakat. "Mungkin namanya juga perlu diubah menjadi Indonesia Kembali," lanjutnya.

Herry mengatakan, peristiwa bersejarah tersebut adalah peristiwa yang sangat penting, sehingga peringatannya mampu mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan secara secara nasional.

"Minimal di Provinsi DIY, peringatan Serangan Oemoem 1 Maret dan Yogya Kembali bisa diperingati di sekolah-sekolah," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret dan Yogya Kembali S. Sudjono yang juga Ketua DPC Wehkreis III Kota Yogyakarta mengatakan, peristiwa Serangan Oemoem dan Yogya Kembali sangat layak untuk dijadikan sebagai peringatan secara nasional.

"Dengan diperingati secara nasional, maka transfer nilai-nilai kejuangan kepada generasi muda akan bisa semakin luas, dan tidak hanya menjadi milik pelaku-pelaku sejarah saja," katanya.

Peristiwa bersejarah tersebut, lanjut dia, mampu membuka mata dunia internasional bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada meskipun Bung Karno dan Bung Hatta berada di pengasingan.

Pada peringatan ke-63 tahun Serangan Oemoem dan Yogya Kembali, akan diisi oleh sejumlah kegiatan di antaranya adalah upacara, ziarah makam pahlawan, sarasehan dan juga karnaval kejuangan.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026