Dekranasda gelar lomba desain batik khas Sleman

id batik khas sleman, lomba desain batik

Sleman (ANTARA Jogja) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar lomba desain batik yang mencirikan kekhasan wilayah setempat.

Ketua Umum Panitia Penyelenggara Lomba Desain Batik Kustini Sri Purnomo, Senin mengatakan Lomba Desan Batik Sleman (LDBS) Tingkat Nasional akan menjadi agenda tahunan Dekranasda Kabupaten Sleman.

"Jadwal lomba pendaftaran dan pengumpulan karya mulai 1 Maret hingga 3 April 2012. Penjurian seleksi nominator LDBS 4 April 2012 dan pengumuman nominator 5 April 2012 melalui media massa dan nominator akan dihubungi langsung panitia melalui telepon," katanya.

Menurut dia, lomba desain untuk mengangkat dan mendorong SDM dan potensi industri kreatif batik Sleman, termasuk pintu masuk motif batik Sleman menuju tataran Nasional LDBS.

"Tema yang diangkat dalam kegiatan adalah Kekayaan Alam dan Budaya Kabupaten Sleman dalam Karya Motif Batik. Tujuan lomba adalah meningkatkan apresiasi masyarakat, terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan bersama," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengharapkan panitia lomba desain batik Sleman 2012 untuk lebih menekankan kepada penyelenggara mencari indikator ciri khas batik Sleman sebelum batik lokal dikenalkan lebih jauh kepada masyarakat Sleman pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

"Penyelenggaraan kegiatan seperti ini akan menambah khasanah pilihan motif batik di Kabupaten Sleman, selain batik Sembada yang selama ini telah dikenakan karyawan-karyawati Pemkab Sleman, termasuk masyarakat umum," katanya.

Bupati mengatakan setelah indikator ciri khas batik Sleman diluncurkan bertepatan hari jadi Sleman Mei mendatang, kedepan permintaan batik Sleman dipasaran diharapkan akan terus mengalami peningkatan.

"Selain membawa nama baik Sleman ditingkat nasional maupun internasional, juga dapat menggerakan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman," katanya.

Staf Pusat Hak Kekayaan Intelektual, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Budi Agus mengatakan panitia perlu memikirkan ulang tentang strategi pemanfaatan motif batik pascadiselenggarakan lomba desain batik Sleman 2012, apakah diproduksi untuk kepentingan para pegawai pemda dan siswa sekolah di wilayah Sleman, atau mencari alternatif yang lain.

"Di tengah-tengah gencarnya kabupaten/kota di Indonesia mengenalkan produk ciri khas batik di masing-masing wilayahnya, pascalomba desain batik Pemerintah Kabubaten Sleman perlu memikirkan motif batik khas Sleman untuk dipatenkan atau melalui hak kekayaan intelektual," katanya.

Menurut dia, ke depan untuk melakukan proteksi motif batik Sleman bukan diserahkan langsung pihak perajin namun kepada Dekranasda Kabupaten Sleman.

"Selain memiliki kekuatan untuk melakukan upaya pelarangan kepada pihak yang menyalahunakan karya seni batik khas Sleman juga memudahkan monitoring di lapangan," katanya.


Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.