Logo Header Antaranews Jogja

Ricky Soebagdja kawal sinkronisasi Pelatwil PBSI menuju pelatnas

Kamis, 2 April 2026 18:07 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal Pengurus Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Soebagja. ANTARA/Fajar Satriyo/am.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menunjuk Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) 2026 untuk memastikan program pembinaan di daerah berjalan selaras dengan sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Penunjukan legenda bulu tangkis Indonesia itu menjadi bagian dari langkah strategis PBSI dalam memperkuat sistem desentralisasi pembinaan atlet, sekaligus memperluas jaring pencarian talenta muda dari berbagai daerah agar tidak terlepas dari sistem pembinaan nasional.

"Bapak Ketua Umum menunjuk saya sebagai kepala pelatwil yang bertugas memastikan program ini bisa berjalan dengan baik setelah dibentuk tahun lalu," kata Ricky dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Kamis.

Pelatwil PBSI telah berjalan sejak November 2025 dengan dua titik pembinaan, yakni Medan, Sumatera Utara untuk wilayah barat serta Surabaya, Jawa Timur untuk wilayah tengah. Dari proses seleksi yang dilakukan, PBSI telah menjaring total 48 atlet muda, terdiri dari 16 atlet di wilayah barat dan 32 atlet di wilayah tengah.

Ia menegaskan PP PBSI tidak hanya membentuk pelatwil, tetapi juga terlibat langsung dalam memastikan kualitas pembinaan, mulai dari penyusunan program latihan, dukungan pembiayaan, hingga perekrutan pelatih utama yang dikoordinasikan dengan penanggung jawab di masing-masing wilayah.

"Kami memonitor perjalanannya, prosesnya. Jadi bukan hanya dibentuk lalu ditinggal. Semua disiapkan, dari biaya, perekrutan pelatih, sampai koordinasi program. Nanti semua perkembangan, mulai dari latihan sampai pertandingan akan dilaporkan," ujarnya.

Ricky memastikan kurikulum latihan di pelatwil akan mengacu pada standar pelatnas, meski dengan penyesuaian intensitas karena mayoritas atlet yang dibina masih berada pada usia muda.

Menurut dia, penyelarasan program ini penting agar transisi atlet dari pelatwil menuju pelatnas dapat berjalan lebih mulus ketika mereka dinilai siap secara performa maupun mental bertanding.

"Programnya tentu mengacu ke pusat. Karena usia atlet relatif lebih muda, mungkin bobot latihannya yang berbeda, tapi secara konsep kurang lebih sama," katanya.

Dalam waktu dekat, Ricky juga dijadwalkan meninjau langsung pelatwil wilayah tengah di Surabaya pada 10–11 April untuk melakukan sosialisasi sekaligus memastikan kesiapan atlet yang akan berlaga pada Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Timur pada 13–18 April.

Sebagai mantan atlet yang merasakan langsung pentingnya sistem pembinaan berjenjang, peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 itu menilai keberadaan pelatwil menjadi langkah positif untuk menjaga kesinambungan regenerasi bulu tangkis nasional.

"Dulu ada pelatda atau pusat pendidikan dan latihan daerah, sempat vakum, dan sekarang diaktifkan kembali. Saya rasa ini sangat baik untuk menjaga atlet-atlet terbaik di wilayah tetap terpantau perkembangannya," ujarnya.

Ricky berharap program pelatwil mampu menghasilkan atlet dengan progres yang terukur, baik dari aspek disiplin, kondisi fisik, maupun prestasi, sehingga dalam dua tahun ke depan potensi mereka dapat terlihat lebih jelas.

Ia juga menyebut pentingnya konsistensi pembinaan agar atlet yang sudah terjaring tidak terputus prosesnya sebelum mencapai potensi terbaik mereka.

"Kami berharap atlet-atlet ini menunjukkan peningkatan, baik dari disiplin, fisik, maupun prestasi. Prosesnya memang panjang, tapi harapannya nama-nama ini tidak hilang di tengah jalan dan bisa terus berkembang sampai siap bersaing di level nasional," kata Ricky.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ricky Soebagdja kawal sinkronisasi Pelatwil PBSI menuju pelatnas



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026