Logo Header Antaranews Jogja

TRC BNPB diterjunkan ke Tomohon

Selasa, 24 April 2012 13:47 WIB
Image Print
Gunung Lokon (Foto antaranews.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana diterjunkan ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara, untuk memberikan pendampingan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat pascameletusnya Gunung Lokon.

"TRC BNP sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Sulut dan BPBD Kota Tomohon. Masyarakat diminta tetap tenang dan terus meningkatkan kesiapsiagaan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima oleh BNPN, letusan susulan masih berpotensi terjadi, oleh karena itu masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia mengatakan, Gunung Lokon meletus (erupsi) sekitar pukul 10.20 WIB, namun tinggi letusan tidak diketahui karena tertutup oleh awan.

"Sampai jarak 5 kilometer dari Tompuloan terasa bergetar. Letusan ini terjadi pascapeningkatan aktivitas yang berlangsung sejak Senin (23/4)," kata Sutopo.

Kendati demikian, masyarakat belum perlu mengungsi karena hingga radius 2,5 kilometer tidak ada permukiman, sementara larangan warga untuk beraktivitas berada dalam radius 2,5 kilometer.

Sebelumnya dilaporkan, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, meletus sekitar pukul 11.21 WITA.

Letusan disertai bunyi gemuruh cukup kuat dan menggetarkan tiang serta kusen rumah.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon mulai sejak Senin (23/4) pukul 15.00 WITA. Hingga Selasa, pukul 09.00 WITA tercatat terjadi sekitar 180 kali gempa vulkanik.

"Letusan kali ini cukup kuat diiringi dengan bunyi gemuruh yang kuat pula. Pijakan kami sempat bergetar. Begitupun dengan tiang penyangga rumah dan kusen jendela dan pintu ikut bergetar," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung (PVMBG) di Kakaskasen, Kota Tomohon Farid Ruskanda Bina membenarkan letusan tersebut.

"Debu letusan tidak bisa kami perkirakan karena tertutup kabut," katanya.
(S037)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026