Logo Header Antaranews Jogja

Muhammadiyah kembangkan perpustakaan digital

Jumat, 27 April 2012 23:57 WIB
Image Print
Muhammadiyah

Jakarta (ANTARA Jogja) - Muhammadiyah akan memperbaharui seluruh perpustakaannya di 172 perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi perpustakaan digital, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

"Kita jadikan seluruh perpustakaan kita menjadi perpustakaan digital, tidak lagi manual. Setelah itu kita tingkatkan lagi dengan me-network-kannya dalam jaringan online," kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang pustaka dan informasi, Dadang Kahmad di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta, Jumat malam.

Pada Workshop Pengembangan Perpustakaan Digital dan Musyawarah Nasional III Forum Silaturahmi Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah tersebut hadir para pustakawan dari 35 perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki masing-masing lebih dari 1.000 koleksi buku.

Ia mengatakan dirinya terinspirasi ketika mencari-cari sebuah buku tertentu di sebuah perpustakaan, hanya dalam beberapa detik buku tersebut sudah diketahui keberadaannya, yakni ada di perpustakaan di Jerman, lalu buku tersebut bisa langsung dikopi dan dikirimkan serta dibaca di perpustakaan itu.

Dadang juga mengatakan usia Muhammadiyah telah memasuki satu abad, khususnya di bidang pendidikan, lalu dalam rentang perjalanan yang panjang, berbagai dokumen, data, dan informasi banyak tersebar dimana-mana, tak terdokumentasi dengan baik.

Ia menyayangkan dokumentasi tentang sejarah detil organisasi Muhammadiyah di perpustakaan Muhammadiyah sendiri sangat sulit dicari.

"Ketika akan dibuat film "Sang Pencerah" sutradaranya Hanung Bramantyo kesulitan mencari datanya, ia baru mendapatkan dokumentasi sejarah awal Muhammadiyah di Belanda, karena di sini tidak ditemukan," katanya.

Ia berharap perpustakaan-perpustakaan Muhammadiyah bisa menjadi perpustakaan yang maju, tempat berbagai pihak mengakses ilmu pengetahuan dan data dengan lengkap, mudah dan cepat, termasuk informasi tentang Muhammadiyah sendiri.

Oleh karena itu, ia meminta Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah segera melakukan pendokumentasian terhadap arsip-arsip yang dimiliki termasuk pemikiran tokoh-tokoh dan karya intelektual Muhammadiyah.

"Perpustakaan adalah gerbang ilmu yang menjadi indikator dari perguruan tinggi yang maju. Jangan gedung perguruan tingginya mewah tapi perpustakaannya 'menyempil," kata Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muchlas MT.

Sedangkan Rektor Uhamka Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd mengatakan, perpustakaan digital dan elektronik saat ini semakin penting membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir, apalagi Kemdiknas segera memberlakukan syarat kelulusan bagi mahasiswa adalah karyanya terpublikasikan dalam jurnal ilmiah elektronik.

Dirintisnya Muhammadiyah Digital Library Network, ujarnya, juga dalam rangka mengantisipasi kemungkinan ditumbuhkannya berbagai jurnal ilmiah elektronik.

(D009)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026