Logo Header Antaranews Jogja

Upacara adat menjadi daya tarik wisatawan

Minggu, 29 April 2012 08:07 WIB
Image Print
Upacara adat Saparan di Sendang Pelempoh, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto antarafoto.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Upacara adat yang banyak ditemui di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan potensial menjadi daya tarik wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, kata praktisi seni budaya Widi Utaminingsih.

"Hampir tiap desa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki upacara adat yang hingga kini masih dijaga keberadaannya oleh masyarakat desa setempat," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta ini, Minggu.

Menurut dia, kegiatan upacara adat tersebut harus dilindungi agar menjadi aset wisata yang memiliki daya tarik, sehingga diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di daerah ini.

"Upacara adat yang beragam tersebut yang didukung dan dibina oleh pemerintah setempat merupakan bagian dari upaya melestarikan serta melindungi aset budaya lokal daerah ini," katanya.

Menurut dia, bagi dinas kebudayaan dan pariwisata setempat memiliki kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan adalah mendorong serta melindungi budaya lokal tersebut.

Ia mengingatkan jika tidak dilindungi sejak sekarang, dikhawatirkan beragam jenis upacara adat dan budaya itu akan punah akibat kemajuan zaman.

Oleh karena itu, menurut dia, digelarnya kegiatan upacara adat secara rutin merupakan salah satu upaya menumbuhkembangkan budaya lokal agar tetap eksis.

Widi mengatakan DIY sebagai destinasi wisata unggulan harus memperbanyak kegiatan, termasuk menyajikan wisata budaya lokal, sehingga wisatawan yang berkunjung ke daerah ini dapat menikmatinya.

"Sajian wisata budaya lokal tersebut diharapkan memberi kenangan indah bagi wisatawan setelah mereka kembali ke daerah asalnya," kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Ia mengatakan sejumlah upacara adat yang sampai kini masih digelar secara rutin yaitu sekaten, grebeg keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Labuhan Merapi maupun Labuhan Pantai Prangkusumo di Kabupaten Bantul.

Selain itu, ada upacara adat Mbah Bergas Desa Margoagung, dan upacara adat Saparan Bekakak di Desa Ambarketawang. Kedua upacara adat di ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Kemudian upacara adat Cembengan Madukismo dan Rebo Pungkasan di Desa Jejeran Kabupaten Bantul. Sedangkan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul ada upacara adat `mbukak cupu panjolo", Rasulan dan Cing Cing Goling, katanya.

(H008)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026