
Mahasiswa UGM manfaatkan energi surya untuk perikanan

Jogja (ANTARA Jogja) - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan pemanfaatan energi surya untuk mendukung usaha budi daya perikanan di Desa Sendangsari, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Diseminasi teknologi tepat guna itu berupa pemasangan 10 panel surya untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk aerasi kolam pembibitan ikan gurami dan udang galah," kata salah seorang mahasiswa Igib Prasetyaningsari di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, untuk mengenalkan teknologi itu di kalangan petani ikan, empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelatihan dan pendampingan untuk pengoperasain dan perawatan teknologi sel surya kepada kelompok tani budi daya ikan "Sembada Mina Mandiri".
"Saat ini sudah beroperasi sistem penyedia energi yang berasal dari 10 panel surya dengan kapasitas 1000 Wp yang dibantu oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Sistem itu sudah dimanfaatkan untuk aerasi 10 kolam bibit dan mampu menyuplai energi untuk penerangan tiga lampu di sekitar areal kolam," katanya.
Ia mengatakan, penggunaan aerator dimaksudkan untuk menyuplai oksigen yang mencukupi pada kolam sehingga memberikan kemungkinan terbaik untuk ikan hidup dan berkembang. Aerator juga dapat menghasilkan pergerakan air yang biasanya disukai oleh ikan.
Dengan keberadaan listrik secara gratis, tentu akan mengurangi biaya produksi, selain untuk penerangan dan aerasi kolam. Dengan demikian, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ingin memberikan inspirasi, ilmu, dan contoh nyata bagi wilayah di sekitarnya dalam memanfaatkan teknologi energi terbarukan untuk mendukung kegiatan perekonomian mereka," katanya.
Ketua Kelompok Budi Daya Ikan "Sembada Mina Mandiri" Anwar Hadi mengatakan, pihaknya mendapatkan manfaat dari pemasangan aerasi untuk kolam pembibitan, karena mampu mengurangi angka kematian benih ikan yang sebelumnya mencapai sekitar 60 persen.
Bahkan, menurut dia, dengan adanya lampu yang ditempatkan di sekitar areal kolam mampu mencegah datangnya hewan pemangsa seperti kelelawar yang suka memakan ikan-ikan peliharaan.
"Dari 10 kolam bibit ukuran 1x2 meter, masing-masing mampu menghasilkan 2.000-4.000 ikan untuk setiap kali panen per dua minggu. Untuk benih ikan seukuran `cupu` dijual Rp100-Rp150 per ekor," katanya.
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
