Logo Header Antaranews Jogja

"Flight data recorder" Sukhoi belum ditemukan

Rabu, 16 Mei 2012 10:05 WIB
Image Print
Kotak hitam ("black box") pesawat terbang (Foto tiket-penerbangan.com)

Bogor (ANTARA Jogja) - Kepala Basarnas Daryatmo menyatakan, tinggal "Flight data recorder" atau alat perekam data penerbangan yang belum ditemukan di areal lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

"Perlu disampaikan FDR belum ditemukan," kata Daryatmo dalam serah terima Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara kokpit kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Lapangan Pasir Pogor, Cijeruk, Jawa Barat, Rabu.

Cockpit Voice Recorder ditemukan oleh Kopassus TNI-AD .

Karena itu, pihaknya meminta tim SAR Gabungan untuk melanjutkan proses pencarian disamping tetap melakukan operasi evakuasi korban pesawat yang berpenumpang 45 orang itu.

Marsekal Madya TNI Daryatmo menjelaskan posisi CVR dan FDR itu seharusnya berdampingan dalam satu rangkaian.

"Namun akibat 'impact' menjadi terpisah jauh," katanya.

CVR yang ada, dalam keadaan terbakar. "Mudah-mudahan bisa (digunakan)," katanya.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan penyelidikan CVR itu dilakukan oleh KNKT dan akan melibatkan juga dari Rusia. "CVR ini akan ditangani oleh KNKT," katanya.

Sementara itu, staf laboratorium KNKT Andreas Ricardo Hananto menyatakan idealnya untuk mengungkap penyebab musibah kecelakaan tersebut harus ada CVR dan FDR.

"Bisa menggnakan CVR tapi bagusnya ada FDR juga," katanya.

Andrea Ricardo menyebutkan untuk merecovery CVR itu membutuhkan waktu antara dua sampai tiga minggu.

"Total durasi dari CVR itu sekitar dua menit," katanya.

Ia juga menyebutkan simpulan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat itu, memakan waktu sekitar satu tahun.

"Itu juga harus didiskusikan dengan investigator yang lain," katanya.

r021



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026