
Sultan tanggapi wacana dirinya cawapres Golkar

Jogja (ANTARA Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan adanya wacana dirinya menjadi kandidat calon wakil presiden Partai Golkar, sebaiknya ditanyakan pada ketua umum partai itu. Aburizal Bakrie.
"Soal calon wakil presiden (cawapres) Partai Golkar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 itu, saya belum bisa menjawab. Soal itu tanyakan pada Pak Aburizal sebagai calon presiden (capres) dari Partai Golkar," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, dirinya belum bisa menjawab soal itu karena hingga saat ini tidak ada orang Golkar yang menghubungi dirinya untuk dijadikan cawapres mendampingi Aburizal atau Ical pada Pemilu 2014.
"Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang mencalonkan saya dan apakah Ical bersedia. Hal itu yang tahu Ical, jadi biarkan saja wacana itu dan kita lihat saja nanti, saat ini saya belum bisa menjawabnya," kata Sultan.
Ia mengatakan, silakan tanya Ical mau mencari "partner" siapa. Jika dirinya berkomentar soal wacana cawapres itu kemudian ternyata Ical tidak mau, tentu akan membuat malu.
"Oleh karena itu, lebih baik saya tidak perlu mengomentari wacana cawapres Golkar. Jika saya komentar nanti malah `ngisin-isini` (malu-maluin)," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Disinggung apakah wacana pencalonan tersebut akan mengganggu proses pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY, Sultan mengatakan, dirinya menyerahkan hal itu pada eksekutif dan legislatif.
"Hal itu yang memutuskan eksekutif dan legislatif, bukan saya. Soal itu keputusannya nanti pada 2013, bukan sekarang," katanya.
Wacana pencalonan Sultan sebagai cawapres mendampingi Ical telah berkembang di internal Partai Golkar. Hal itu sempat disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham.
Selain Sultan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo juga dibidik Golkar untuk menjadi kandidat cawapres pada Pemilu 2014.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
