Logo Header Antaranews Jogja

Bupati harapkan lahan kosong ditanami tanaman produktif

Jumat, 6 Juli 2012 15:18 WIB
Image Print
memanfaatkan lahan kosong dengan tanaman produktif (( antaranews.com))

Sleman (ANTARA Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo mengharapkan lahan kosong yang banyak dijumpai di pedusunan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan ditanami tanaman produktif.

"Lahan kosong di pedusunan atau di tepi jalan sebaiknya dimanfaatkan untuk ditanami tanaman produktif, baik itu tanaman semusim misal sayuran maupun tanaman keras seperti tanaman buah," kata Sri Purnomo seusai melakukan penanaman 500 pohon pisang di Dusun Pakem, Desa Tamanmartani, Kalasan, Jumat.

Menurut dia, jika ditanami tanaman keras seperti pohon-pohon buah maka hasilnya akan ganda, pertama akan bias dijadikan sebagai penghijauan daan yang kedua buahnya dapat menghasilkan nilai yang cukup tinggi.

"Giatkan penanaman pohon produktif, perkara nanti yang memetik siapa itu tidak menjadi masalah, anak cucu bias menikmati hasilnya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo secara simbolis menanam pohong pisang Raja dan Camat Kalasan Samsul Bakri menanam pohon pisang Kepok.

Kedua pohong pisang tersebut memberi nilai tambah yang paling besar dibanding pohon pisang yang lain, makanya warga dusun pakem membudidayakan kedua pohon pisang tersebut sebagai andalan.

Camat Kalasan Samsul Bakri mangatakan, untuk memanfaatkan pekarangan kosong dan konservasi di Kalasan juga telah dikembangkan gerakan penanaman pohon di beberapa dusun.

"Penanaman pohon tersebut diantaranya 1.000 bibit Markisa dan 500 bibit pisang Raja dan Kepok di pedukuhan Pakem, Duku di Pedukuhan Juwangen dan 300 bibit pohon durian di pedukuhan Kowang dan setiap pedukuhan diharapkan mempunyai produk unggulan yang beda dengan yang lain sesuai dengan kondisi masing-masing," katanya.

Ia mengatakan, dalam pembangunan bidang insfrastruktur jalan, semangat dan partisipasi masyarakat cukup tinggi, hal tersebut terbukti dengan besarnya tingkat swadaya masyarakat.

"Pada 2011 bantuan stimulan gotong royong untuk Kecamatan Kalasan Rp170 juta, swaadaya mencapai Rp1,3 miliar di 102 lokasi. Bantuan pemberdayaan masyarakat Rp97 juta swadaya mencapai Rp155 juta di 12 kelompok dan Bantuan aspal sebanyak 290 drum dengan swadaya mencapai Rp751 juta di 19 lokasi," katanya.

(U.V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026