
Pemkab Bantul berdayakan wanita tani optimalkan pekarangan untuk hortikultura

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) di daerah ini guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan tanaman hortikultura.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis, menyampaikan pentingnya optimalisasi lahan pekarangan di lingkungan tempat tinggal masyarakat sebagai solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bantul.
"Sawah kita luasnya kurang dari 14 ribu hektare, sementara lahan pekarangan luasnya sekitar 16 ribu hektare. Ini potensi besar yang harus kita manfaatkan, terutama untuk tanaman hortikultura," katanya.
Menurut dia, keterlibatan aktif ibu-ibu yang tergabung dalam KWT sangat menentukan keberhasilan program tersebut.
Oleh karena itu, Bupati Halim mendorong adanya perencanaan program yang konkret dan berkelanjutan antara KWT Projo Wanita Mukti bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dalam optimalisasi lahan pekarangan.
"Keberadaan ibu-ibu KWT sangat strategis bagi tercapainya ketahanan pangan di Bantul. Ini menjadi 'PR' bersama bagaimana merancang suatu agenda aksi penanaman di lahan pekarangan, optimalisasi lahan pekarangan terutama untuk tanaman hortikultura," katanya.
Bupati mengatakan, terlebih tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan ke depan semakin besar, sehingga diperlukan semangat yang tidak boleh surut.
Lebih lanjut Bupati Halim mengatakan, terhadap kepengurusan Asosiasi KWT Projo Wanita Mukti Bantul masa bakti 2026–2029 yang baru saja dilantik diharapkan semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Atas nama Pemkab Bantul selamat atas pengukuhan asosiasi KWT Bantul, semoga kepengurusan baru ini akan meningkatkan semangat, meningkatkan dedikasi kita untuk Kabupaten Bantul," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
