
Gubernur imbau masyarakat sekitar Merapi tak panik

Jogja (ANTARA Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat sekitar Gunung Merapi tidak perlu panik terkait dengan perkembangan aktivitas gunung berapi tersebut.
"Meskipun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta sempat menyatakan ada peningkatan aktivitas di Merapi, hal itu masih normal," katanya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia mungkin memang ada peningkatan aktivitas, tetapi jika melihat arah angin itu dari selatan ke utara, sedangkan saat ini musim kemarau, maka abunya beterbangan ke arah Magelang dan Boyolali, Jawa Tengah.
"Adanya hujan abu di beberapa wilayah di sekitar lereng Merapi diperkirakan karena pengaruh musim kemarau," kata Sultan.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah belum melakukan evakuasi khususnya bagi warga di sekitar lereng Merapi di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY0.
"Evakuasi warga sekitar lereng Merapi di wilayah Sleman tidak ada, karena kejadiannya di Boyolali dan Magelang. Di wilayah DIY sampai sekarang tidak ada, dan saya tanya ke Bupati Sleman juga tidak ada apa-apa," katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY belum menyiapkan langkah antisipasi tertentu karena memang tidak ada kejadian apa-apa.
"Jika memang tidak ada aktivitas itu berarti lava yang mengering hanya `mabul` (terbang), karena sudah lama tidak turun hujan," kata Sultan.
Sebelumnya, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta Sri Sumarti mengatakan guguran material vulkanik di puncak Gunung Merapi pada Minggu (15/7) petang mengakibatkan sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut mengalami hujan abu.
Menurut dia hujan abu terjadi di Babadan dan Jurang Jero, Srumbung, Magelang, dan Selo, Boyolali.
"Namun demikian, sampai saat ini status Gunung Merapi masih aktif normal, dan belum ada peningkatan status," kata Sri.
B015*H010
Pewarta :
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
