
Konsumsi BBM turun 23 persen

Jakarta (ANTARA Jogja) - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi bahan bakar minyak pembangkit selama semester pertama 2012 mengalami penurunan 23 persen dibandingkan periode sama 2011.
Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Selasa, mengatakan, selama periode Januari-Juni 2012, konsumsi BBM mencapai 4,3 juta kiloliter atau turun dibandingkan semester pertama 2011 sebesar 5,6 juta kiloliter.
"Sementara, kalau dibandingkan rencana sepanjang 2012 sebesar 7,4 juta kiloliter, maka pemakaian BBM sudah 58 persen," ujarnya.
Untuk gas, menurut dia, pemakaian selama Januari-Juni 2012 mencapai 158,5 triliun British thermal unit (TBTU) atau naik 12,5 persen dibandingkan periode sama 2011 yang 140,9 TBTU.
Jika dibandingkan rencana 2012 yang mencapai 349 TBTU, maka pemakaian semester pertama 2012 sudah terealisasi 45 persen.
Kepala Divisi Batubara PLN, Helmi Najamudin menambahkan, konsumsi batu bara selama semester pertama 2012 mencapai 18 juta ton atau 30 persen lebih tinggi dibandingkan 2011 yang 13,8 juta ton.
Namun, kalau dibandingkan target 2012 sebanyak 39,6 juta ton, maka realisasi pemakaian batubara PLN selama Januari-Juni hanya 45 persen.
Menurut dia, angka tersebut hanya pemakaian batubara PLN dan tidak termasuk anak perusahaan yakni PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali, serta pengembang swasta (IPP).
Helmi juga mengatakan, sampai akhir 2012, pemakaian batu bara PLN bisa mencapai 40 juta ton.
Sedangkan, rencana pemakaian total batu bara 2012 adalah 57 juta ton yang berasal dari PLN 40 juta, anak perusahaan 12 juta, dan IPP
5 juta.
"Kami perkirakan konsumsi hanya 90 persen dari rencana 57 juta ton," ujarnya.
PLN juga mencatat porsi BBM dalam bauran energi pembangkit per Juni 2012 adalah 16 persen atau turun dibandingkan Juni 2011 yang masih 23 persen.
Untuk gas relatif tetap dari 21 persen per Juni 2011 dan 21,1 persen pada Juni 2012, sedangkan porsi batu bara adalah 50,4 persen per Juni 2012 atau naik dibandingkan Juni 2011 yang masih 43 persen.
(T.K007)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
