Pedagang pasar Sambilegi mengadu ke DPRD Sleman

id Pedagang pasar Sambilegi mengadu ke DPRD

ilustrasi (Foto antaranews.com)

Sleman (ANTARA Jogja) - Enam perwakilan pedagang Pasar Sambilegi, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Selasa mengadu ke DPRD Kabupaten Sleman, karena merasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian los pasar pascarenovasi.

"Sebenarnya kami telah beberapa kali menghadap ke Dinas Pasar, namun tidak pernah ada kejelasan, sampai akhirnya kami terpaksa mengadu ke DPRD Sleman agar dipertemukan dengan Dinas Pasar untuk mencari jalan keluarnya," kata pimpinan rombongan pedagang Pasar Sambelegi Suti.

Menurut dia, ada yang tidak jelas dalam pembagian undian pemilihan los di pasar tradisional Sambilegi pascarenovasi.

"Banyak pedagang lama yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun malah mendapatkan tempat yang kurang strategis. Namun pedagang baru mendapatkan tempat yang merupakan jalur utama," katanya.

Pedagang ikan bandeng, Supar mengatakan setelah ada undian tempat, lokasi berjualannya malah mendapatkan tempat menghadap ke WC.

"Saya minta tempat berjualan yang lebih bagus, masak pedagang makanan menghadap WC. Mohon kebijakannya agar kami bisa berjualan seperti dulu lagi," katanya.

Pedagang tempe Pasar Sambilegi Suyati mengaku akibat penataan pasar yang tidak adil ini pedagang jadi merugi.

"Biasanya omzet penjualan per hari mencapai Rp150.000, kini hanya sekitar Rp2.000. Kalau hanya dapat Rp2.000 bisa buat apa? Nanti pulang untuk bayar parkir kendaraan sudah habis," katanya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Dinas Pasar Kabupaten Sleman Haris Martapa mengatakan pedagang tlasaran sebenarnya tidak memiliki izin dari Dinas Pasar Kabupaten Sleman.

"Yang memiliki izin hanya kios, los dan bango (ruko membangun dengan dana pribadi atas persetujuan Dinas Pasar Sleman). Namun, kami juga akan membantu dalam penataannya, agar bisa lebih baik lagi. Kalau memang belum bisa adil, tentu bisa kami rembug lagi, karena penataan memang baru berjalan sebulan," katanya.

Menurut dia, saat ini tempat tlasaran akan ditata dengan memperbaiki meja dan diberi atap kanopi.

"Saat ini terdapat 130 pedagang tlasaran yang berjualan di Pasar Sambilegi, dan ada 10 orang yang masih mempermasalahkan tempat. Satu bulan masih mencari tempat berdagang yang nyaman, itu masih wajar. Makanya akan kami pandu, dan dibicarakan lagi agar bisa menemukan jalan keluar terbaik bagi pedagang," katanya.
(V001)

Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar