
Bulog tidak akan monopoli

Jakarta (ANTARA Jogja) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Badan urusan Logistik tidak akan memonopoli dalam menyediakan bahan kebutuhan pokok.
"Kami mendukung Bulog untuk melakukan stabilisasi harga, tapi kita tidak ingin terjadi monopoli, misalkan pedagang tidak lagi mengambil peran itu, tidak, tapi fungsi stabilisasi itu harus terjaga," katanya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, peran Bulog untuk stabilisasi harga dibutuhkan, mengingat pasar seringkali tidak dapat melakukan hal itu. Pasar menurut dia, tidak sempurna dan seringkali justru menyimpang.
"Kalau pasar tidak sempurna, terjadi 'distorsi' (gangguan) siapa yang memperbaiki, ya pemerintah melalui Bulog itu," katanya.
Hatta menambahkan, saat ini tim sedang menyusun peran revitalisasi Bulog tersebut, dan dalam waktu dekat akan segera melapor.
"Tim akan melaporkan sebelum tanggal 30 Agustus kepada saya tentang bagaimana fungsi Bulog dalam stabilisasi harga," katanya.
Sementara itu, sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar Bulog direvitalisasi kembali sebagai stabilisator harga komoditas pokok pangan, tidak hanya beras.
Presiden menyatakan peningkatan peran Bulog itu sangat dibutuhkan, mengingat harga pangan saat ini rentan terhadap gejolak seperti pemanasan global.
Presiden mencontohkan harga kedelai di dunia yang melonjak saat terjadinya kegagalan panen di Amerika Serikat karena kekeringan beberapa waktu lalu.
Akibatnya, harga kedelai di dalam negeri meningkat pesat, dan menyebabkan industri tahu dan tempe rumahan terancam gulung tikar.
(M041)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
