
Arus mudik di Bantul ramai lancar

Bantul, 18/8 (ANTARA) - Arus mudik kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada H-1 Lebaran tampak ramai, tetapi lancar.
Menurut petugas di Pos pengamanan Lebaran Druwo di jalan lingkar selatan, Irham, Sabtu, arus kendaraan pemudik pada Sabtu ini masih ramai seperti yang terjadi pada H-2, namun lalu lintas lancar.
"Ada peningkatan arus kendaraan pemudik terutama kendaraan plat luar daerah seperti Jakarta (B), Bandung (D), dan Semarang (H). Namun, sebaliknya, arus kendaraan lokal (plat AB) jumlahnya berkurang," katanya.
Ia menyebutkan arus kendaraan mudik Lebaran pada Jumat lalu, meningkat sekitar 10 persen dari sebelumnya, dan masih didominasi kendaraan dengan plat lokal (AB).
"Kalau hari ini (Sabtu) kebanyakan kendaraan dari luar daerah sudah sampai Bantul maupun Yogyakarta, sedangkan kemarin masih di perjalanan," katanya.
Menurut dia, lancarnya arus kendaraan pemudik di Bantul terlihat di setiap lampu merah, baik dari sisi utara, barat, timur maupun selatan tidak terjadi penumpukan kendaraan atau antrean yang panjang, hanya sekitar 20 meter, sehingga bisa mengejar lampu masih menyala hijau.
"Memang sesekali ada kendaraan yang menunggu lampu hingga dua kali, namun kendaraan selanjutnya tidak, biasanya pas ada rombongan pemudik ada antrean panjang di lampu merah," katanya.
Simpang empat Druwo menghubungkan empat wilayah yakni dari arah selatan menuju jalan Parangtritis, arah utara menuju Kota Yogyakarta, arah timur menuju Bantul timur dan Kabupaten Gunung Kidul serta arah barat ke Sleman dan Kulon Progo.
Menurut dia, Pospam Druwo merupakan pos gabungan dengan beberapa instansi mulai dari kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul dan Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom).
"Selain pengamanan arus selama Lebaran, pos ini juga melayani masalah kesehatan pemudik, pos informasi serta pos istirahat," katanya yang juga merupakan anggota dari Senkom Polda DIY.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
