
Pengusaha kuliner kembangkan masakan ikan laut di Pantai Glagah

Jogja (ANTARA Jogja) - Pengusaha kuliner mengembangkan rumah makan dengan masakan khas dari ikan laut di Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meningkatkan jumlah pengunjung di objek wisata setempat.
"Objek wisata Pantai Glagah, selama ini masih minim wisata kuliner khas pantai sebagai pendukung. Karena itulah, momen libur Lebaran, kami memanfaatkan kesempatan untuk merintis wisata kuliner ikan laut," kata pemilik rumah makan seafood Pondok Kelapa Gading, Agus Parmono di Kulon Progo, Jumat.
Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan teman, dan pengunjung Pantai Glagah mengaku kecewa karena tidak ada makanan khas yang dijual.
"Yang melatarbelakangi kami mendirikan rumah makan ini yakni ingin mengembangkan wisata kuliner khas pantai yang selama ini belum berkembang di Pantai Glagah," katanya.
"isatawan dari luar banyak juga yang kecewa karena masakan khas ikan bakarnya belum ada, walaupun sudah ada tapi masih terbatas," kata Agus.
Rumah makannya, kata dia, menawarkan menu-menu khas laut seperti udang, kepiting dan ikan laut, meskipun ada juga menu ikan air tawar seperti gurameh, lele dan balado ikan gabus. Jenis menu masakan bervariasi. Ada yang khas seperti cumi goreng tepung, cumi saus tiram, cumi asam manis, cumi saus mentega dan cumi cah kol.
Selain itu juga ada kepiting dan udang goreng, goreng tepung, kepiting saus tiram, saus asam manis dan saus mentega.
"Bahan-bahan menu yang kami hidangkan yakni udang dan kepiting didapat dari nelayan dan pemudidaya lokal Kulon Progo. Sedangkan cumi-cumi, kami datangkan dari luas seperti PUrworejo atau Semarang, Jawa Tengah," kata dia.
Ia mengatakan, selama ini dirinya menekuni bisnis sapi dan agrobisnis pertanian. Belum berkembangnya wisata kuliner khas laut membuatnya tergerak untuk merintisnya dengan membuka kuliner seafood.
"Karena banyak pengunjung kecewa ke Glagah belum ada wisata kuliner khas. Padahal merupakan objek wisata pantai, jadi agar ada makanan khas," katanya.
Menurut Agus, kawasan laguna tersebut sebenarnya sangat potensial dikembangkan sebagai wisata kuliner tapi belum difungsikan optimal. Sebab, laguna itu sangat cocok untuk pengembangan ikan bandeng, kakap dan nila.
Hanya saja keberadaan ikan-ikan tersebut kurang terlindungi karena adanya penangkapan dengan jaring pukat yang merusak habitat.
"Kami berharap dibuat Perdes (Peraturan Desa) untuk menjaga keamanan ikan. Sehingga bisa dikembangkan juga untuk wisata pemancingan yang dikelola pemerintah desa sekaligus sebagai wisata kuliner," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
