
Sumut akhiri paceklik emas di nomor taolu

Pekanbaru (ANTARA Jogja) - Tim Wushu Sumatera Utara mengakhiri paceklik emas pada nomor taolu dengan langsung meraih dua emas pada pertandingan hari ketiga PON XVIII /2012 di Hall Bela Diri Rumbai Sport Center, Pekan baru, Jumat.
Emas pertama Sumatera Utara dipersembahkan Aldy Lukman dan emas kedua dipersembahkan oleh Johannes Bie.
Aldy memastikan emas pertama untuk kontingen wushu Sumatera Utara setelah meraih total nilai tertinggi untuk penampilannya di jurus daoshu dan gunshu yaitu 19,32.
"Sebenarnya, target emas untuk saya bukan di nomor ini. Namun di nomor lain dan saya gagal meraihnya. Tetapi, saya tetap berusaha untuk bisa menampilkan yang terbaik termasuk untuk pertandingan hari ini," kata Aldy usai menerima medali.
Ia mengatakan, emas yang diraihnya tersebut merupakan emas keempat selama ia tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON 2008, ia mampu meraih tiga emas.
Persiapannya untuk tampil di PON XVIII sudah dimulai satu tahun lalu dengan berlatih secara langsung kepada pelatih dari China.
Sedangkan Johannes Bie mempersembahkan emas kedua untuk Sumatera Utara dari nomor Nanquan dan Nangun All Round dengan total nilai 19,33.
"Dari awal, saya berusaha bermain lepas saja. Jika harus memikirkan target, maka beban itu akan mempengaruhi penampilan," katanya.
Prestasi yang diraihnya di PON XVIII tersebut sekaligus memperbaiki prestasinya di PON 2008. Saat itu, atlet yang mulai berlatih wushu sejak berusia 12 tahun tersebut meraih perak dari nomor yang sama.
Sementara itu, perak di nomor Daoshu dan Gunshu All Round juga diraih atlet Sumatera Utara Jodis dengan nilai total 19,27 dan perunggu diraih atlet DKI Jakarta Ahmad Hulaefi dengan total nilai 19,27.
Di nomor Nanquan dan Nangun All Round, perak diraih atlet Sumatera Utara Heriyanto dengan total nilai 19,02 sedangkan perunggu diraih atlet Kalimantan Selatan Hengki Setiawan dengan total nilai 18,92.
Hingga pertandingan taolu hari ketiga, Sumatera Utara telah mengumpulkan dua emas, lima perak dan dua perunggu. Namun, kontingen tersebut masih menyisakan satu nomor untuk diikuti yaitu duilian.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
