Logo Header Antaranews Jogja

Simon kalahkan Kento 2-0 Indonesia Open

Selasa, 25 September 2012 17:37 WIB
Image Print
Atlet bulutangkis Indonesia Simon Santosa (antaranews.com)

Palembang (ANTARA Jogja) - Atlet bulu tangkis Indonesia Simon Santoso melaju ke babak 32 besar setelah mengalahkan Kento Momota (Jepang) 2-0 (21-10, 21-16) pada Indonesia Open Grand Prix Gold Badminton 2012 di Palembang Sport Convention Center, Selasa sore.

Simon yang menjadi unggulan pertama hanya membutuhkan waktu 33 menit untuk menaklukkan pebulutangkis muda asal Jepang itu.

Sejak awal set pertama, kedua atlet menyuguhkan permainan menyerang sehingga perburuan poin berlangsung sengit. Smash keras Kento ke arah tubuh Simon sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Demikian pula pada perebutan angka berikutnya, Simon sempat unggul 6-4 dikejar menjadi 7-7.

Namun, kepiawaian Simon sebagai juara Indonesia Open Super Series 2012 dalam penempatan bola berhasil mematikan langkah Kento. Skor pun terpaut jauh menjadi 14-8.

Kemudian pada menit berikutnya, pebulutangkis kelahiran Tegal, 29 Juli 1985 itu mampu mengendalikan permainan dan menyudahi perlawanan Kento menjadi 21-10.

Tertinggal poin pada set pertama, ternyata tidak membuat Kento bangkit pada set kedua.

Pada awal babak kedua, Kento langsung defisit poin 0-6 dari Simon akibat salah melakukan antisipasi setelah menyerang.

Beberapa kali smash menyilang yang dilakukan Kento dapat dikembalikan dengan pukulan sempurna oleh Simon.

Meski menguasai permainan, namun pebulutangkis andalan Indonesia itu sempat memberikan angin kepada Kento saat skor berselisih tipis 13-9.

Akan tetapi, peraih medali emas SEA Games tahun 2011 itu berhasil menutup permainan dengan skor 21-16.

Berdasarkan hasil itu, Simon bakal ditantang Park Sung Min (Korea) pada babak 32 besar, Rabu (26/9).

"Dari awal saya mencoba untuk menekan agar lawan tidak dapat mengembangkan permainan. Saya harus waspada dan tidak menganggap remeh, apalagi Kento merupakan peringkat satu atau dua junior di Jepang," kata Simon dalam keterangan pers setelah pertandingan.

Simon yang menjadi unggulan pertama pada kejuaraan itu tidak mau terbebani oleh target juara.

"Sebenernya semua peserta memiliki kesempatan menjadi juara, saya pun hanya ingin enjoy dan menyelesaikan pertandingan babak demi babak. Semoga saja target juara tercapai," katanya.

Setelah mencoba lapangan di arena PSCC itu, Simon mengeluhkan angin dari pendingin ruangan yang demikian kencang.

"Mungkin arena ini untuk pertandingan basket dan voli jadi pengaturan pendingin ruangannya berbeda untuk bulu tangkis. Selain itu, saya berharap penonton lebih banyak dan tuan rumah gencar melakukan promosi," katanya.

Sementara, kemenangan itu tidak diikuti oleh pebulutangkis Indonesia lainnya setelah Alamsyah Yunus yang menjadi unggulan ke-6 ditaklukkan Giap Chin Goh (Malaysia) 2-0, Kaizar Bobby Alexander atas Chen Yuekun (China) 2-0 yang menjadi unggulan ke-16, Wahyu Triansyah atas Sung Min Park (Korea) 2-0.

(pso-039)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026