
Remaja Kulon Progo perlu pendidikan seks

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Kalangan remaja di Kabupaten Kulon Progom, Daerah Istimewa Yogyakarta, perlu mendapatkan informasi kesehatan remaja untuk menghidari perilaku seks yang menyimpang.
"Pendidikan kesehatan produksi (kespro) sangat diperlukan agar remaja memiliki pengetahuan yang memadai tentang pentingnya menjaga organ-organ reproduksi serta menanamkan nilai-nilai moral yang berkaitan dengan masalah seksualitas," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Din Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Wahyuni Indriastuti di Kulon Progo, Jumat.
Wahyuni mengatakan, berbagai kegiatan terus dilakukan untuk mengatasi permasalahan kespro diantaranya melalui sekrining kesehatan pada anak sekolah, konsultasi kespro, penyuluhan di sekolah, pelatihan Peer Conselor dan Focus Group Discussion (FGD), dan pengembangan peran unit kesehatan sekolah (UKS).
Dia mengatakan, hasil Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) data sampai Oktober 2011, jumlah sasaran remaja 35.660 orang, pelayanan kespro mencapai 12.056 orang, tes kehamilan calon pengantin 330 wanita dengan telah positif hamil usia dibawah 18 tahun terdapat 85 kasus, kekerasan terhadap anak (KTA) 23 kasus dan kehamilan tidak diinginkan (KTD) dengan usia di bawah 18 tahun sejumlah 49 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Bambang Haryatno, mengatakan kesehatan remaja perlu selalu dilakukan bersama-sama dengan sinergi antar instansi, karena remaja adalah generasi muda penerus, sehingga sangat penting mempersiapkan generasi yang baik.
"Permasalahan remaja semakin kompleks sehingga perlu pendampingan supaya lebih baik dan berkualitas," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
