Kriminolog: pendidikan seks jangan lagi ditabukan

id kriminolog: pendidikan seks

Kriminolog: pendidikan seks jangan lagi ditabukan

Ilustrasi (Foto simple-mom-diary.blogspot.com)

Jogja (Antara Jogja) - Pendidikan seksual jangan lagi ditabukan bagi anak-anak guna menyikapi fenomena kasus kekerasan seksual yang menimpa mereka, kata kriminolog Universitas Gadjah Mada Suprapto.

"Seharusnya, penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan seksual sejak dini, baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Apabila ada indikasi gangguan dari pihak luar, bisa mudah lapor," kata dia di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Suprapto, kekerasan seksual terhadap anak bukan disebabkan kelainan paedofil. Anak-anak lebih kerap menjadi pilihan sasaran karena lebih mudah untuk diancam dan dijadikan pelampiasan seks.

"Anak-anak tidak cenderung disukai, tidak hanya menjadi objek pelampiasan ketika orang sebaya dirasa tidak ada yang mau melayani mereka," kata dia.

Saat ini, menurut dia, para orang tua perlu memantau secara cermat seluruh aktivitas anak, khususnya yang bersifat rutin.

"Selama ini para orang tua tidak peduli ketika anak kumpul di sebuah rumah dan melakukan kegiatan tertentu secara rutin, hal demikian perlu dipantau. Para orang tua harus lebih gencar menanamkan kecurigaan kepada anak sehingga segala sesuatu yang menimpa mereka mudah terpantau," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah mencuatnya persitiwa kasus kekerasan seksual terhadap siswa Taman Kanak-kanak (TK) Jakarta

International School (JIS), kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut beberapa hari lalu kembali terungkap di Sukabumi, Jawa Barat.

(KR-LQH)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar