
Waspadai DB dan ISPA saat musim hujan

Yogyakarta, 22/10 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai beberapa penyakit yang biasanya mewabah saat musim hujan, yaitu deman berdarah dan infeksi saluran pernafasan akut, disamping leptospirosis dan diare.
"Saat musim hujan, penyakit-penyakit yang biasanya muncul adalah deman berdarah (DB), infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), leptospirosis dan juga diare. Kunci untuk mencegahnya adalah perilaku hidup bersih dan sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati di Yogyakarta, Senin.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, hingga kini sudah ada sebanyak 244 kasus demam berdarah. Apabila dibanding data tahun lalu yang mencapai 460 kasus, jumlah kasus demam berdarah sudah turun cukup signifikan. Pada 2011, juga tercatat ada dua pasien demam berdarah meninggal dunia.
Sedangkan untuk ISPA hingga kini tercatat sebanyak 27.763 kasus. Jumlah tersebut juga turun cukup signifikan dibanding tahun lalu yang tercatat sebanyak 71.349 kasus.
Untuk kasus leptospiroris juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada 2011 tercatat sebanyak 38 kasus tanpa ada penderita yang meninggal dunia, sedangkan pada tahun ini tercatat sebanyak lima kasus.
"Menjaga kebersihan rumah, dan lingkungan menjadi kunci agar tidak terjangkit penyakit-penyakit tersebut. Jika sudah ada tanda-tanda demam, sebaiknya segera dibawa ke puskesmas terdekat," katanya.
Untuk mencegah demam berdarah, maka sebaiknya masyarakat mulai mengubur berbagai barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng atau botol agar tidak menjadi tempat perkembang biakan nyamuk.
"Warga juga disarankan untuk mengganti bak mandi dengan ember yang dilengkapi dengan tutup sehingga lebih mudah dibersihkan," katanya.
Pemberian abate atau sumilarv untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah, lanjut Tuty, belum memberikan hasil yang efektif dan efisien karena hany melumpuhkan jentik. "Nyamuk sudah resisten dengan abate dan sumilarv," katanya.
Sedangkan untuk mencegah diare, lanjut dia, masyarakat juga disarankan mencuci dengan menggunakan sabun di air yang mengalir. "Selama ini, masyarakat merasa mencuci tangan dengan air sudah cukup bersih. Padahal, yang baik adalah dengan sabun cuci," katanya.
Selain mencuci tangan menggunakan sabun, Tuty juga meminta masyarakat untuk memeriksakan kualitas air secara berkala agar mengetahui kandungan bakteri e-coli.
"Jika diketahui ada kandungan bakterinya, maka masyarakat bisa meminta `chlor diffuser` ke puskesmas terdekat," katanya.
(U.E013)
Pewarta :
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
