Logo Header Antaranews Jogja

Malaysia izinkan 22 sekolah anak TKI Sabah

Selasa, 23 Oktober 2012 18:52 WIB
Image Print
Menlu RI Marty Natalegawa (antaranews.com)

Jogja (ANTARA Jogja)-Malaysia telah mengizinkan dibukanya 22 sekolah bagi anak tenaga kerja Indonesia di negara bagian Sabah, Malaysia, kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa.

" Permohonan kita selama ini agar pemerintah Malaysia mengizinkan dibukanya sekolahan untuk anak-anak TKI di Sabah sudah dikabulkan," kata Marty usai memimpin delegasi Indonesia dalam Komisi Bersama Republik Indonesia dan Malaysia ke-12 di Yogyakarta, Selasa.

Sekolah untuk anak TKI tersebut, kata Marty, dibuat dengan konsep "community learning centre" yakni berupa pendirian pusat-pusat pendidikan di sejumlah daerah di Sabah.

Dia mengatakan dengan adanya 22 sekolah khusus untuk putra-putra TKI tersebut, diharapkan para tenaga kerja Indonesia di Malaysia tidak khawatir lagi mengenai jenjang pendidikan anak-anak mereka.

"Anak-anak TKI di sana yang di masa lalu tidak bisa mengikuti jenjang pendidikan sekarang sudah bisa diatasi," katanya.

Seperti di Sabah, sebelumnya pemerintah Indonesia telah membuka pusat pendidikan khusus untuk anak TKI di kota Kinabalu dan Tawau, Malaysia.

Sementara jumlah pusat pendidikan yang telah didirikan oleh pemerintah Indonesia di Malaysia sudah mencapai 47 sekolah dengan murid sekitar 27.000 anak-anak TKI yang sudah ditampung.

Persoalan pendidikan, kata Marty, adalah salah satu agenda pembahasan dalam setiap pertemuan tingkat menteri antara Indonesia dan Malaysia.

Pertemuan-pertemuan bilateral antara RI dan Malaysia, dia menambahkan, di antaranya akan selalu membahas peningkatan kerja sama selain masalah pendidikan juga mengenai perlindungan warga negara Indonesia di negara tetangga itu.(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026