Logo Header Antaranews Jogja

RI dukung semua upaya perdamaian dan stabilitas Myanmar

Jumat, 24 April 2026 06:35 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri RI Sugiono berbicara dengan media setelah pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (ANTARA/Cindy Frishanti)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan Indonesia mendukung setiap upaya yang membawa perdamaian dan kestabilan politik di Myanmar.

"Intinya, segala upaya yang membawa kedamaian dan kestabilan politik di Myanmar, yang dilakukan oleh internal Myanmar sendiri, kita dukung," kata Sugiono dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis.

Menurut Sugiono, Indonesia menilai pemilu di Myanmar dapat diterima jika mampu mendorong perdamaian, gencatan senjata, pelaksanaan konsensus lima poin, serta berlangsung secara inklusif bagi seluruh masyarakat Myanmar.

Dalam konteks tersebut, lanjutnya, Indonesia pun mengirimkan pengamat untuk memantau proses pemilu secara objektif.

Apabila pemerintahan baru Myanmar diakui secara inklusif oleh rakyat Myanmar dan mampu membawa perdamaian serta menyelesaikan persoalan domestik, kata Sugiono, maka itu harus dihormati.

Dia juga menegaskan bahwa pada prinsipnya, Indonesia mendukung setiap upaya internal Myanmar yang bertujuan menciptakan stabilitas politik dan perdamaian.

Terkait kemungkinan kehadiran pemimpin baru Myanmar dalam KTT ASEAN di Filipina, Sugiono mengatakan Filipina masih mencermati perkembangan dan kemajuan situasi. Keputusan bersama akan diambil melalui konsensus negara-negara ASEAN, ujar Sugiono.

Baca juga: Thailand dukung kembalinya Myanmar ke dalam ASEAN

Baca juga: Timnas U17 Myanmar menang tipis atas Thailand 1-0

Mantan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, resmi dilantik sebagai presiden baru Myanmar pada 10 April 2026.

Min Aung Hlaing memenangi pemungutan suara di parlemen pada 3 April 2026, dengan meraih 429 dari total 500 suara yang tersedia.

Pemilu pertama sejak 2020 di Myanmar itu digelar dalam tiga tahap periode Desember 2025 hingga Januari 2026, setelah hampir lima tahun pemerintahan militer di bawah status darurat diberlakukan akibat ancaman keamanan nasional pada Februari 2021.

Pemilu tersebut dimenangkan oleh Partai Persatuan, Solidaritas, dan Pembangunan—yang sebelumnya memimpin pemerintahan Myanmar periode 2011 hingga 2015—dengan mantan jenderal senior Min Aung Hlaing sebagai kandidat presiden terpilih.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia dukung semua upaya perdamaian dan stabilitas Myanmar



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026