
Perjalanan KA Prameks dikurangi

Jogja (ANTARA Jogja) - Pelayanan kereta komuter Prambananan Ekspres relasi Solo-Yogyakarta-Kutoarjo dikurangi dari 13 kali perjalanan per hari menjadi hanya melayani enam perjalanan.
"Perjalanan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) masih dikurangi hingga Rabu (31/10) karena hanya ada satu rangkaian kereta Prambanan Ekspres (Prameks) yang bisa dijalankan. Sisanya menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta, sehingga hanya ada enam perjalanan yang dilakukan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Kuswardoyo di Yogyakarta, Selasa.
Ia mengatakan, kereta Prameks yang kini dioperasionalkan untuk melayani penumpang adalah dari jenis KD 2 atau kereta dengan gerbong berwarna ungu.
Sedangkan dua rangkaian kereta Prameks dari jenis kereta rel diesel elektrik (KRDE) sedang menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta begitu juga dengan satu rangakian KD 2 juga menjalani perawatan di Balai Yasa.
"Ada satu KRDE yang sudah selesai menjalani perawatan di Balai Yasa dan kini berada di Dipo Solo. Tetapi, kami tidak bisa mengoperasionalkannya untuk angkutan penumpang karena belum ada surat laik jalan dari Balai Yasa," katanya.
Sedangkan kereta cadangan yang akan dijalankan apabila Prameks KD 2 yang kini dijalankan tersebut mengalami kerusakan adalah rangkaian kereta Maguwo Ekspres.
"Saya berharap, kereta Prameks KD 2 ini bisa beroperasi secara normal, tidak ada kendala dalam perjalanan," katanya.
Untuk menjalankan kereta Maguwo Ekspres, lanjut Kuswardoyo juga ada risiko yang dihadapi PT KA Daop VI karena Maguwo Ekspres adalah kereta KRDE yang dilengkapi pendingin udara sedangkan Prameks tidak memiliki pendingin udara.
Kuswardoyo mengatakan, Maguwo Ekspres sempat dijalankan untuk melayani penumpang saat PT KA Daop VI menggratiskan tiket Prameks pascakecelakaan Prameks di Kalasan, Sleman.
"Saat itu, Maguwo Ekspres terpaksa dijalankan karena ada kerusakan di salah satu rangkaian Prameks. Jika Maguwo Ekspres terus dijalankan, nanti kami khawatir akan ada keluhan dari masyarakat yang menanyakan mengapa tidak ada lagi fasilitas pendingin udara di Prameks," katanya.
Pascakecelakaan Prameks di Kalasan pada Selasa (23/10), terjadi pengurangan perjalan Prameks menjadi 13 trip dan kini kembali dikurangi hanya menjadi empat perjalanan.
Sementara itu, Kepala Daop VI Yogyakarta, Sinung Tri Nugroho mengatakan belum mengetahui jumlah kebutuhan kereta komuter untuk melayani relasi Solo-Yogyakarta-Kutoarjo.
"Belum ada survei khusus untuk itu. Tetapi, pendapatan kereta Prameks dari 13 kali perjalanan per hari sama dengan pendapatan dari dua gerbong kereta Taksaka. Ini karena tiket Prameks sangat murah, yaitu Rp10.000," katanya.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
