Logo Header Antaranews Jogja

Malioboro akan dilengkapi CCTV

Jumat, 9 November 2012 15:11 WIB
Image Print
Iluastrasi, Petugas sedang mengamati dari CCTV (antaranews.com)

Yogyakarta (ANTARA Jogja) - Jalan Malioboro yang menjadi ikon wisata di Kota Yogyakarta dan kini dalam proses revitalisasi akan dilengkapi dengan "closed circuit television" sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada wisatawan.

"Rencananya, akan ada tujuh titik pemasangan `closed circuit television` (CCTV) itu. Pada tahap awal, akan dipasang di lokasi yang bisa memantau ujung utara Jalan Malioboro hingga simpang Jalan Dagen," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, CCTV yang akan dipasang di sepanjang Jalan Malioboro tersebut memiliki kelebihan yaitu mampu merekam ke arah bawah sehingga jangkauan pemantauannya bisa lebih luas.

Biaya pengadaan CCTV di Jalan Malioboro tersebut mencapai Rp90 juta yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) Kota Yogyakarta 2012 yang baru saja disahkan.

Syarif mengatakan, dengan pemasangan CCTV tersebut diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada wisatawan seperti memantau parkir, atau kegiatan lain yang sedang digelar di Malioboro.

Selain memasang CCTV, UPT Malioboro juga akan menyempurnakan studio radio komunitas di Malioboro yang menempati salah satu ruangan di kantor UPT tersebut.

"Dalam waktu dua pekan ini, diharapkan penyempurnaan studio radio komunitas sudah dapat diselesaikan," katanya.

Siaran radio komunitas tersebut dapat didengarkan di sepanjang Jalan Malioboro melalui sejumlah pengeras suara yang ditempatkan di beberapa titik di sepanjang jalan tersebut. "Audio ini juga sedang kami lakukan pembenahan," lanjutnya.

Radio komunitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pengumuman mengenai berbagai kegiatan di Malioboro atau pengumuman lainnya.

"Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan meneruskan penataan secara vertikal dan horisontal yaitu menghilangkan pot pembatas jalan dan menata reklame," katanya.

Waktu yang tersisa selama satu setengah bulan hingga akhir tahun, lanjut Syarif cukup untuk menyelesaikan penataan hingga Titik Nol Kilometer.

(E013)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026