KCIC siaga ratusan CCTV dan lemari khusus, antisipasi barang tertinggal

id Whoosh,KCIC,Kereta cepat,Tumbler,Lost found,Barang hilang

KCIC siaga ratusan CCTV dan lemari khusus, antisipasi barang tertinggal

Pemilir angkutan kereta cepat Whoosh berjalan keluar dari kereta di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta, Kamis (26/3/2026). PT KCIC memprediksi jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mencapai 25 ribu orang saat puncak arus balik Lebaran 28-29 Maret 2026 dan telah menyiapkan kapasitas angkut sebanyak 62 perjalanan dengan total kapasitas mencapai 37 ribu tempat duduk per hari. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan lebih dari seribu kamera pengawas atau CCTV hingga lemari khusus barang hilang dan temuan (lost and found) untuk mengantisipasi barang yang tertinggal oleh penumpang baik di Whoosh maupun area stasiun.

"Karena pendataannya juga cukup baik, CCTV kita juga ada 1.700 lebih. Jadi kalau ada barang tertinggal bisa ditemukan petugas atau dilaporkan, jadi pasti aman," kata Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti saat ditemui di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Kamis.

Emir mengatakan pihak KCIC telah menyediakan lemari barang hilang dan temuan (lost and found) yang berisikan barang hilang penumpang.

Nantinya penumpang yang merasa kehilangan, bisa menghubungi contact center 0811-8888-111 atau ke petugas stasiun yang bersiaga untuk melihat langsung barang yang tertinggal.

Emir menyebutkan bahwa botol minum (tumbler) dan tas jinjing (goodie bag) paling sering tertinggal di kereta Whoosh selama perjalanan.

"Paling banyak sih botol minum sama tas tangan yang kresek atau goodie bag yang tertinggal biasanya," katanya.

Oleh karena itu, pihak KCIC selalu mengingatkan kepada para penumpang untuk terus menjaga barang bawaannya selama perjalanan hingga meninggalkan lokasi.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan volume penumpang Whoosh naik sekitar 11,3 persen atau mencapai 224.827 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 pada 13-25 Maret.

Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 202.007 penumpang.

Baca juga: Dirut KAI: Masalah utang 'Whoosh' sudah temui solusi

Baca juga: Menko AHY: Pemerintah mulai bahas restrukturisasi keuangan Whoosh

Kemudian, puncak sementara Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada Selasa (24/3) dengan volume mencapai 24.315 penumpang dalam satu hari.

KCIC memberikan kemudahan bagi penumpang yang ingin mengatur jadwal ulang (reschedule) dengan maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Lalu, kesempatan pengembalian dana (refund) maksimal dua jam sebelum keberangkatan.

Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam serta melayani rute Jakarta–Bandung dengan empat stasiun utama, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon. KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, cepat, dan andal bagi masyarakat.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KCIC siaga ratusan CCTV dan lemari khusus antisipasi barang tertinggal

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.