
Museum Biologi UGM perlu diperluas

Yogyakarta (ANTARA Jogja)- Museum Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta perlu diperluas ruang pamernya, untuk mengantisipasi banyaknya jumlah pengunjung, serta meningkatkan pelayanan.
"Ruangan yang ada saat ini perlu diperluas, karena biasanya rombongan pengunjung bisa mencapai ratusan orang, sehingga terpaksa mereka bergantian untuk masuk ke museum," kata staf Museum Biologi UGM Ratgiyanto di Yogyakarta, Selasa.
Setiap bulan, menurut dia, jumlah pengunjung rata-rata 1.000 orang, yang sebagian besar pelajar, SD hingga SMA serta mahasiswa, dari berbagai daerah.
"Umumnya mereka datang ke museum ini untuk keperluan studi seperti tugas dari sekolah, dan mahasiswa yang melakukan penelitian," katanya.
Ia menyebutkan jumlah pengunjung cukup banyak, per hari rata-rata 50 orang, dan biasanya akan meningkat pada Juni dan Juli saat masa libur panjang sekolah.
"Juni-Juli biasanya ramai pengunjung, karena anak-anak sekolah libur kenaikan kelas," katanya.
Harga tiket masuk museum Rp3.000 untuk pelajar, Rp5.000 untuk umum, dan Rp10.000 bagi wisatawan mancanegara.
Ia mengatakan pihak pengelola museum masih terus melakukan pengelompokan dan penamaan jenis-jenis koleksi agar semakin memudahkan pengunjung.
"Memang beberapa koleksi sampai sekarang masih ada yang belum dikelompokkan, sehingga dengan upaya tersebut diharapkan dapat lebih memudahkan pengunjung untuk mengenalinya," katanya.
Museum ini mengkhususkan koleksinya pada flora dan fauna yang jumlahnya sekitar 3.752 koleksi, terdiri atas koleksi herbarium (awetan) dalam bentuk herbarium kering, herbarium basah, kerangka, serta fosil.
Koleksi tersebut, kata dia, sebagian berasal dari Indonesia sendiri, serta beberapa lainnya dari luar negeri, yang merupakan sumbangan dari peneliti, dosen, maupun masyarakat perorangan.
Beberapa koleksi merupakan koleksi binatang langka yang wajib dilindungi seperti komodo, harimau, beruang madu, trenggiling, burung cenderawasih, dan buaya putih.
Museum yang diresmikan pada 20 September 1969 ini, pendiriannya digagas oleh beberapa guru besar Fakultas Biologi UGM.
Mulai dibuka untuk umum pada 1 Januari 1970, dengan tujuan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum mengenai pengetahuan Biologi.
(T.KR-LQH)
Pewarta :
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
