40 persen ikan Bantul ke luar daerah

id Ikan

40 persen ikan Bantul ke luar daerah

Ikan tangkapan nelayan Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Sekitar 40 persen ikan hasil tangkapan nelayan Pantai Baru, Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipasok ke luar daerah.

"Ikan hasil tangkapan nelayan Bantul langsung dilelang di tempat pelelangan ikan (TPI), dan kemudian pedagang pengepul menjualnya ke berbagai daerah," kata Ketua Kelompok Pengelola Pemasaran `Mina Sejahtera` Pantai Baru, Suyanto di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, pemasarannya 40 persen ke berbagai daerah di luar Bantul, seperti Kota Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya.

Sedangkan lainnya untuk mencukupi kebutuhan warung kuliner masakan ikan di pantai setempat.

"Yang dipasok keluar daerah biasanya ikan bawal, kakap, dan layur. Bahkan sering untuk memenuhi kebutuhan warung di sini, TPI mendatangkan ikan dari luar daerah," katanya.

Menurut dia, dari 27 kapal nelayan di pantai tersebut, rata-rata bisa menghasilkan ikan sekitar 70 kilogram sampai satu kuintal. "Namun, jenis ikannya tidak variatif, sehingga untuk memberikan banyak pilihan jenis ikan, maka didatangkan dari luar Bantul," katanya.

Jadi, kata dia, selain memasok ikan keluar daerah, Bantul juga mendatangkan ikan dari luar daerah, seperti dari Cilacap (Jawa tengah), agar banyak pilihan," katanya.

Menurut dia, terutama saat hari libur, banyak wisatawan di Pantai Baru, sehingga kebutuhan akan ikan juga banyak.

Ia menyebutkan ada sekitar 70 warung kuliner khusus menyajikan menu masakan ikan di kawasan pantai itu.

Suyanto mengatakan hasil tangkapan ikan dalam beberapa hari terakhir cukup banyak, apalagi hampir semua kapal nelayan yang ada, yakni 27 kapal di pantai itu, sebagian besar beroperasi.

"Hujan dalam beberapa hari terakhir tidak mempengaruhi hasil tangkapan ikan, namun justru saat ini bagi nelayan merupakan musim ikan, yang biasanya bertepatan dengan masa tanam padi," katanya.

Ia mengatakan ikan yang paling banyak diperoleh nelayan seperti layur, dijual dengan harga RP20.000 per kilogram, kemudian bawal putih harganya Rp70.000 per kilogram, dan ikan campuran harganya Rp3.000 sampai Rp10.000 per kilogram.

Jika dihitung, kata dia, setiap kapal nelayan bisa memperoleh pendapatan Rp1 juta. "Masih untung, karena biaya operasional sekali melaut Rp100.000," katanya.

(KR-HRI)


Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.