Logo Header Antaranews Jogja

Lahan kritis di Prambanan capai 141,2 hektare

Jumat, 7 Desember 2012 14:22 WIB
Image Print
ilustrasi lahan kritis (Foto ANTARA)

Sleman (ANTARA Jogja) - Luas lahan kritis di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini mencapai 141,2 hektare sehingga membutuhkan kepedulian semua pihak untuk melakukan konservasi alam dan penghijauan di wilayah itu.

"Terlebih lagi bagi wilayah Kecamatan Prambanaan merupakan wilayah dengan struktur tanah yang rawan longsor," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat memimpin gerakan penghijauaan dalam rangka HUT ke 41 Korpri, Puncak Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) ke 52 dan Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon di Bukit Mintaraga, Gayamharjo, Prambanan, Jumat.

Menurut dia, kegiataan penanaman pohon selain bertujuan konservasi air, juga untuk mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan penyerapan gas polutan yang berbahaya bagi manusia, mencegah banjir dan tanah longsor.

"Luas lahan kritis di Prambanan ini 141,2 hektare, jumlah tersebut cukup besar karena jenis tanah di Prambanan memang demikian. Sedang lahan kritis yang jumlahnya cukup luas juga terdaapat di Cangkringan yang disebabkan erupsi Gunung Merapi," katanya.

Ia mengatakan, secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Sleman terdapat 1.528,25 hektare lahan kritis.

"Berkenaan dengan hal tersebut gerakan penghijauan dikedua kecamatan tersebut harus terus digalakkan mengingat besarnya maanfaat pepohonan bagi manusia dan kehidupan," katanya.

Bupati Sleman juga minta agar masyarakat jangan hanya giat menanam tetapi juga harus digiatkan pemeliharaannya. Sehingga pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

"Penanaman pohon tidaklah identik dengan penanaman di daerah lereng gunung, perbukitan ataupun lahan kritis saja. Setiap jengkal lahan yang kosong dan layak ditanam pohon baik disekitar perkantoran maupun di lingkungan rumah juga harus dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, pohon yang ditanampun juga bermacam-macam, tidak harus pohon yang tinggi menjulang namun tanaman-tanaman lokal yaang mudah dicari bibitnya dan tahan terhadap perubahan cuaca.

"Hal tersebut dikarenakan makin banyak pohon di sekitar kita maka makin banyak pula suplai oksigen dan air yang diproduksi," katanya.

Gerakan penanamaan pohon tersebut ditandai dengan pemukulan kentongan, pelepasan burung derkuku dan kutilang, serta penanaman pohon mangga oleh Bupati Sleman.

Hadir dalam kesempataan tersebut antara lain Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, Ketua DPRD Sleman Koeswanto, Sekda Sleman Sunartono, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Ny Kustini Sri Purnomo, dan para pejabat di lingkungan Pemkab Sleman.

Koordinator Bakti Sosial Korpri Kabupaten Sleman yang juga Kepala Inspektorat Kabupaten Sleman Suyono mengatakan maksud dan tujuan penghijauaan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian anggota Korpri terhadap masyarakat, dan untuk ikut mendukung program PPKAN serta Gerakan Penanaman Pohon Satu Miliar.

Jumlah bibit yang ditanam semuanya 5.900 pohon dari berbagai jenis di antaranya Jati kebon (jabon), sengon, mangga, alpukat, pete, sirsat, beringin, gayam dan lainnya.
(V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026