Logo Header Antaranews Jogja

Kemdikbud gelar "Saman Summit"

Selasa, 11 Desember 2012 18:44 WIB
Image Print
Ilustrasi pertunjukan "Saman Summit" (dreamindonesia.wordpress.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar "Saman Summit" dalam upaya lebih memperkenalkan tarian dari Gayo Lues itu yang diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO tahun 2011 karena mempunyai pesona tersendiri dan kekuatan spritual.

"Pemerintah akan membangun iklim kondusif bagi pelaku seni untuk mengembangkan gagasan dan pemikirannya. Saman Summit 2012 diharapkan bisa memberikan motivasi lebih kepada para seniman, kata Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemdikbud Sulistyo Tirtokusumo di Jakarta, Selasa.

Untuk mengapresiasikan Tari Saman dari Provinsi Aceh tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar "Saman Summit 2012" pada 14-15 Desember 2012 di Museum Fatahillah, Jakarta Barat.

Dikatakan, para seniman diberikan peluang mengembangkan ide-idenya guna menciptakan karya seni tari.

Misalnya dalam Tari Saman, yang terpenting adalah bagaimana pesan yang ada itu sampai kepada penonton.

Dalam kesempatan itu, Sulistyo juga menyampaikan bahwa dalam seni pertunjukan tari ada lima elemen dasar pendukung, penarinya, koreografinya, tata panggung, tata suara, dan tata suara.

Terkait adanya para seniman(kreografer) progresif yang keluar dari pakem aslinya, Sulistyo tidak mempermasalahkannya.

"Adanya seniman melakukan progesif, silakan saja, asal nilai dan pakem yang ada jangan sampai hilang, dan yang terpenting penjiwaannya," katanya.

Selain menggelar kegiatan Tari Saman dari Gayo Lues (Aceh), juga akan ditampilkan Tari Saman dari berbagai daerah Saman Gayo (senior) dari Kampung Bukit Kabupaten Gayo Lues, Saman Gayo (remaja) dari Kabupaten Aceh Tenggara, Saman Gayo (anak-anak) dari SD Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Rabani Wahid dari Samalanga Kabupaten Aceh Utara, Rapa'i Geleng dari kota Langsa Aceh Timur, Tari Pukat dari kota Langsa.

Sementara Monolog dan seniman asal Aceh Agus PMTOH mengatakan Tari Saman yang banyak diperkenalkan kepada masyarakat luar Aceh adalah Tari Saman yang sudah mengalami modifikasi.

"Tari Saman sejatinya berasal dari Gayo Lues Aceh Tengah yang dikembangkan oleh seorang ulama sebagai bagian sarana dakwah," katanya.

Tari Saman kini telah menjadi populer karena diperkenalkan antara lain oleh Marzuki Usman. Namun demikian dalam Saman Summit akan menjadi akan musywarah untuk melahirkan kesepakatan tentang Tari Saman.

(Z003)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026